Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedKripto dicuri Rp 45,2 T di 2025, rekor kejahatan siber terbaru

Kripto dicuri Rp 45,2 T di 2025, rekor kejahatan siber terbaru

Kecurian Aset Kripto Mencapai Rekor Baru pada Tahun 2025

Pada tahun 2025, kejahatan siber di dunia kripto mencatat rekor terburuk dalam sejarah. Data dari berbagai perusahaan pemantau blockchain menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan siber berhasil mencuri aset kripto senilai 2,7 miliar dolar AS atau sekitar 45,2 triliun rupiah. Angka ini menjadi bukti bahwa ancaman terhadap sistem kripto semakin mengkhawatirkan.

Serangan Terbesar Terjadi pada Bursa Bybit

Salah satu insiden terbesar terjadi pada bursa kripto Bybit yang berbasis di Dubai. Dalam serangan tersebut, para peretas berhasil membawa kabur sekitar 1,4 miliar dolar AS aset kripto. Menurut laporan dari perusahaan analisis blockchain dan FBI, kelompok peretas yang diduga didukung pemerintah Korea Utara bertanggung jawab atas serangan ini. Kelompok ini telah menjadi salah satu aktor paling aktif dan sukses dalam melakukan pencurian kripto dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan terhadap Bybit disebut sebagai perampokan kripto terbesar sepanjang masa. Sebelumnya, rekor pencurian kripto hanya mencapai 624 juta dolar AS dan 611 juta dolar AS, masing-masing terjadi pada peretasan Ronin Network dan Poly Network pada 2022.

Estimasi Kerugian yang Tinggi

Perusahaan pemantau kripto Chainalysis dan TRM Labs memperkirakan total kerugian akibat pencurian kripto pada 2025 mencapai 2,7 miliar dolar AS. Selain itu, Chainalysis juga melaporkan adanya tambahan sekitar 700 ribu dolar AS yang dicuri langsung dari dompet kripto individu. Sementara itu, De.Fi, sebuah perusahaan keamanan web3, mencatat total kerugian akibat peretasan dan pencurian kripto sepanjang tahun lalu juga mencapai angka yang sama.

Peran Kelompok Peretas Korea Utara

Kelompok peretas Korea Utara kembali menjadi pelaku utama dalam kejahatan siber di dunia kripto. Pada 2025 saja, mereka disebut telah mencuri sedikitnya 2 miliar dolar AS aset kripto. Menurut data dari Chainalysis dan Elliptic, sejak 2017, kelompok peretas yang diduga berada di bawah kendali Pyongyang ini telah menggasak sekitar 6 miliar dolar AS kripto. Dana tersebut diyakini digunakan untuk membiayai program senjata nuklir Korea Utara yang terkena sanksi internasional.

Serangan Lain yang Terjadi pada 2025

Selain Bybit, ada beberapa serangan besar lainnya yang terjadi pada tahun 2025. Di antaranya adalah serangan terhadap bursa terdesentralisasi Cetus yang menyebabkan kerugian sebesar 223 juta dolar AS. Lalu, peretasan protokol Balancer yang dibangun di atas blockchain Ethereum dengan kerugian mencapai 128 juta dolar AS. Sementara itu, bursa kripto Phemex juga tak luput dari serangan, dengan lebih dari 73 juta dolar AS aset kripto dicuri.

Tren Kejahatan Siber yang Mengkhawatirkan

Tren kejahatan siber di dunia kripto belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Pada 2024, total kripto yang dicuri mencapai 2,2 miliar dolar AS. Setahun sebelumnya, pada 2023, angkanya berada di kisaran 2 miliar dolar AS. Dengan nilai kerugian yang terus meningkat, keamanan ekosistem kripto kembali menjadi sorotan serius.

Bagi industri yang menjanjikan sistem keuangan masa depan, ancaman peretasan kini menjadi tantangan nyata yang belum sepenuhnya teratasi. Ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap aset digital harus terus diperkuat agar tidak semakin rentan terhadap tindakan kriminal.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular