Pengenalan Acer TV Box: Sebuah Alternatif untuk NVIDIA Shield TV
Sejak tahun 2020, saya menggunakan NVIDIA Shield TV Tube dan merasa cukup puas dengan beragam fitur serta pembaruan yang terus menerus. Namun, ada beberapa masalah yang mengganggu pengalaman saya, terutama keterbatasan port yang dimiliki. Saya pun menemukan bahwa perangkat tersebut memerlukan reset pabrik setiap tahun atau dua tahun sekali akibat masalah performa yang signifikan. Ketika Acer mengumumkan Acer 4K UHD Google TV Streaming Box di Afrika Selatan, saya merasa ini bisa menjadi jawaban atas keluhan saya. Dengan lebih banyak port yang tersedia, Acer TV Box menawarkan kemudahan untuk memutar media lokal dan mentransfer aplikasi.
Keunggulan Port yang Melimpah
Salah satu hal yang paling saya sukai dari Acer TV Box adalah banyaknya pilihan port yang ditawarkan. Perangkat ini dilengkapi dengan dua port USB-C (salah satunya digunakan untuk daya), slot kartu microSD, satu port USB-A berukuran penuh, port Ethernet, dan input audio optik. Di sisi lain, Shield TV Tube hanya memiliki slot microSD dan port Ethernet, sementara Google TV Streamer hanya memiliki satu port USB-C dan port Ethernet. Meskipun memungkinkan untuk menambah lebih banyak port USB-C atau USB-A menggunakan hub USB, kompatibilitasnya sering kali tidak konsisten.
Port USB-A pada Acer TV Box memudahkan saya untuk menginstal aplikasi dengan cara menyambungkan flash drive. Sementara itu, slot microSD pada Shield TV Tube berada di lokasi yang tidak nyaman, membuat saya harus mencabut kabel HDMI untuk mengaksesnya. Hal ini mungkin terdengar sepele, namun cukup mengganggu dalam praktiknya.
Masalah dengan Media Lokal
Saya juga berharap dapat memanfaatkan port USB untuk memutar media lokal, terutama dengan semakin banyaknya layanan streaming yang mengecewakan dan masalah dengan Plex di perangkat Shield saya. Biasanya, saya menyambungkan hard drive portabel ke Xbox One untuk menonton film atau acara yang diunduh. Sayangnya, hard drive portabel saya yang lebih lama tidak dapat terdeteksi oleh TV Box, meskipun hard drive eksternal dari tahun 2011 yang memiliki adaptor daya terpisah dapat berfungsi dengan baik. Masalah ini menunjukkan bahwa TV Box mungkin tidak memberikan daya yang cukup untuk hard drive portabel yang umum digunakan.
Hal ini menjadi kekecewaan tersendiri, terutama bagi mereka yang hanya memiliki satu hard drive portabel dan berharap perangkat Acer ini dapat mendukungnya tanpa masalah. Menurut situs web Acer, daya hanya tersedia melalui port USB-C, yang menyiratkan bahwa beberapa hard drive USB-C mungkin berfungsi dengan baik, namun saya tidak memiliki perangkat tersebut untuk diuji.
Performa dan Sistem Operasi
Acer semula mengumumkan spesifikasi yang cukup mengesankan namun, spesifikasi yang direvisi menunjukkan bahwa TV Box ini menggunakan chipset Amlogic S905X5M yang kurang bertenaga dan hanya dilengkapi dengan 2GB RAM. Meskipun demikian, perangkat ini masih memiliki 32GB penyimpanan internal yang cukup baik. Dalam penggunaan sehari-hari, saya merasa cukup puas dengan performanya, tanpa ada gangguan saat membuka aplikasi atau memutar video. Saya juga tidak mengalami lag saat menggunakan Prime Video atau Netflix, yang sering saya hadapi pada Shield TV Tube.
Meskipun demikian, saya memperhatikan adanya sedikit stutter saat membuka panel samping di layar utama dan saat menggulir menu pengaturan. Saya tidak yakin apakah ini disebabkan oleh RAM yang sedikit, sistem operasi Google TV yang terlalu berat, atau kombinasi keduanya. Namun, ini membuat saya meragukan kelancaran perangkat ini dalam beberapa tahun ke depan. Tambahan satu gigabyte RAM mungkin akan memberikan rasa tenang mengenai performa jangka panjang.
Keterbatasan dan Kesimpulan
Salah satu masalah lain dengan Acer TV Box adalah bahwa ia hanya menjalankan versi 32-bit dari sistem operasi Google TV. Ini menjadi kendala bagi saya karena banyak emulator yang lebih berat, seperti Dolphin untuk GameCube dan NetherSX2 untuk PS2, tidak dapat dijalankan. Meskipun saya tidak berharap performa yang luar biasa, keterbatasan ini terasa mengecewakan, mengingat port USB yang ada seharusnya memudahkan akses ke koleksi ROM saya.
Secara keseluruhan, meskipun Acer TV Box menawarkan banyak hal menarik, ada beberapa aspek yang masih kurang, seperti dukungan penyimpanan USB yang membingungkan, keterbatasan format penyimpanan, sistem operasi 32-bit, serta kebijakan pembaruan yang tidak jelas. Selain itu, ketersediaannya yang terbatas hanya di Afrika Selatan membuatnya sulit diakses oleh banyak orang.
Jika Anda mencari TV Box dengan banyak opsi I/O, ada pilihan lain di pasar. Misalnya, Walmart Onn 4K Pro adalah pilihan terbaik jika Anda memprioritaskan ekspansi penyimpanan, sementara Google TV Streamer menawarkan lebih banyak RAM dan penyimpanan. Jika Anda sudah terbiasa dengan Shield TV, Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan Shield TV Pro 2019 yang masih menawarkan performa yang baik.
Sumber: https://www.androidauthority.com/acer-tv-box-ports-experience-3631330/

