Beranda › CEO Mengaku AI Belum Berikan Dampak Positif di Perusahaan

CEO Mengaku AI Belum Berikan Dampak Positif di Perusahaan

8/2/2026
CEO Mengaku AI Belum Berikan Dampak Positif di Perusahaan

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi salah satu topik hangat dalam dunia bisnis saat ini. Banyak yang beranggapan bahwa teknologi ini akan meningkatkan produktivitas kerja dan mengubah cara perusahaan beroperasi. Namun, hasil riset terbaru menunjukkan bahwa manfaat AI belum banyak dirasakan oleh para pelaku bisnis.

Studi yang Melibatkan Ribuan CEO

Studi yang dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) melibatkan sekitar 6.000 CEO, chief financial officer (CFO), dan eksekutif dari berbagai perusahaan di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Australia. Hasil survei tersebut menunjukan bahwa dua pertiga responden telah menggunakan AI di tempat kerja mereka, namun rata-rata penggunaannya masih sangat terbatas, yaitu sekitar 1,5 jam per minggu.

Penggunaan AI yang Masih Minim

Bahkan, sekitar 25% eksekutif mengaku belum pernah menggunakan AI sama sekali dalam pekerjaan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi AI sudah mulai diadopsi, namun penerapannya masih jauh dari optimal.

Optimisme Terhadap AI di Masa Depan

Meski hasil riset menunjukkan bahwa hampir 90 persen perusahaan merasakan bahwa AI belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas dan jumlah tenaga kerja dalam tiga tahun terakhir, para petinggi perusahaan tetap optimis. Mereka memperkirakan bahwa AI akan mulai menunjukkan manfaat yang nyata dalam beberapa tahun ke depan, dengan prediksi peningkatan produktivitas sebesar 1,4 persen dan dorongan output perusahaan sebesar 0,8 persen pada tahun 2029.

Fenomena Paradoks Solow

Temuan ini mengingatkan kita pada fenomena yang terjadi pada akhir 1980-an, di mana perangkat komputer diprediksi akan membantu perusahaan bekerja lebih efisien. Meskipun demikian, manfaat nyata dari teknologi tersebut tidak langsung terlihat dalam data produktivitas. Hal ini dikenal dengan istilah Paradoks Solow, di mana seorang ekonom peraih Nobel, Robert Solow, menyatakan bahwa “era komputer bisa dilihat di mana-mana, kecuali dalam statistik produktivitas”.

Saat ini, kepala ekonom Apollo, Torsten Slok, menyatakan bahwa meskipun AI sudah hadir di berbagai sektor, dampaknya belum terlihat dalam data ekonomi, termasuk produktivitas, lapangan kerja, dan inflasi.

Namun, ada harapan bahwa AI akan memberikan manfaat di masa depan. Riset dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan performa pekerja hingga hampir 40 persen dibandingkan dengan pekerja yang tidak menggunakan teknologi tersebut. Sayangnya, peningkatan ini masih terlihat pada tingkat individu, dan dampaknya terhadap produktivitas perusahaan serta perekonomian secara keseluruhan belum terasa signifikan.

Kesimpulan

Walaupun banyak CEO yang merasa bahwa AI belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan mereka, tetap optimis bahwa teknologi ini akan menunjukkan manfaat yang lebih besar di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi baru sering kali membutuhkan waktu untuk memberikan hasil yang nyata. Sementara itu, perusahaan perlu terus berinovasi dan beradaptasi agar dapat memaksimalkan potensi AI dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/01/10020007/riset-ribuan-ceo-mengaku-ai-belum-banyak-bantu-perusahaan

Baca Juga

Advertisement