The International (TI) kembali mengukir sejarah sebagai ajang kompetisi tertinggi Dota 2 di tahun 2026. Edisi ke-15 ini siap menghadirkan 16 tim terbaik dunia yang telah berjuang melalui jalur undangan dan babak kualifikasi regional yang panjang. Diselenggarakan di China, TI15 bukan hanya sekadar memperebutkan trofi Aegis of Champions, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai kisah menarik yang dapat menentukan arah masa depan kompetitif Dota 2.
Kembalinya Legenda Dota 2
Salah satu sorotan utama adalah kembalinya sosok legendaris, Clement "Puppey" Ivanov, ke panggung TI. Puppey, yang dikenal sebagai legenda hidup Dota 2, telah mencatatkan rekor luar biasa dengan tampil di 11 edisi TI berturut-turut dari tahun 2011 hingga 2022. Namun, kali ini ia tidak hadir sebagai pemain atau kapten tim. Sebagai pelatih kepala untuk skuad PARIVISION, harapannya adalah tangan dinginnya dapat membawa tim tersebut meraih Aegis untuk pertama kalinya.
Peluang Rekor Baru
TI15 juga membuka peluang bagi terciptanya rekor baru yang belum pernah ada sebelumnya. Beberapa pemain veteran yang berkompetisi tahun ini sudah memiliki dua gelar juara TI dan kini memburu gelar ketiga mereka. Jika salah satu dari mereka berhasil mengangkat trofi di partai final, mereka akan menjadi kelompok pemain paling sukses dalam sejarah Dota 2. Persaingan untuk gelar ketiga ini tentu akan sangat emosional, karena setiap pertandingan membawa konsekuensi besar terhadap warisan karier mereka.
Sorotan Terhadap Syed "SumaiL" Hassan
Nama Syed "SumaiL" Hassan, yang dijuluki



