Pengenalan terhadap Pelatih Kesehatan AI Fitbit
Fitbit, yang kini berada di bawah naungan Google, telah mengungkapkan pelatih kesehatan baru yang didukung oleh kecerdasan buatan dalam aplikasi Google Health. Selama beberapa bulan terakhir, fitur ini telah diuji coba secara terbatas oleh sejumlah pengguna. Saya pun sangat penasaran untuk mencobanya dan melihat seberapa baik kinerjanya, terutama jika dibandingkan dengan wawasan yang diberikan oleh Oura. Namun, saya harus menunggu hingga fitur ini tersedia di akun saya.
Pertama Kali Mencoba Pelatih Kesehatan
Beberapa minggu lalu, menjelang perjalanan saya yang berlangsung selama satu minggu, saya menerima notifikasi untuk mencoba pelatih kesehatan baru ini. Tanpa ragu, saya langsung setuju. Awal minggu tersebut, saya berada di Romania, banyak bergerak dan ingin mengamati seberapa berguna pelatih ini. Namun, setelah kembali ke rumah, saya mulai merasakan bagaimana pelatih ini beradaptasi dengan ritme kehidupan saya yang berbeda.
Pengalaman dengan Notifikasi yang Berlebihan
Selama minggu pertama perjalanan, pelatih kesehatan Fitbit tampaknya berusaha untuk mengejar ketertinggalan setiap kali saya bergerak. Bangun tidur? Notifikasi muncul untuk mengingatkan saya tentang kualitas tidur yang buruk. Berjalan dari hotel ke pusat kota? Muncul pesan baru dari pelatih. Jalan-jalan setelah makan siang? Notifikasi lagi. Bahkan setelah berjalan kaki singkat, notifikasi kembali muncul.
Awalnya, saya merasa lucu dengan respons yang berlebihan ini, namun lama-kelamaan menjadi sangat mengganggu. Saya tidak memerlukan pembaruan setelah berjalan selama 13 menit atau setiap kali saya melakukan aktivitas kecil yang tidak terlalu signifikan bagi kesehatan saya. Seharusnya pelatih ini lebih pintar dan memahami bahwa saya sudah aktif bergerak sepanjang hari. Jika saya lebih banyak duduk dan hanya berjalan cepat selama 15 menit, mungkin saya bisa menerima notifikasi. Namun jika saya sudah banyak bergerak, hanya aktivitas yang lebih substansial yang seharusnya direspons.
Kurangnya Wawasan yang Berarti
Wawasan yang diberikan oleh pelatih ini juga terkesan kurang bermanfaat. Misalnya, saya diberi tahu bahwa saya berjalan dengan kecepatan sedang atau hati saya tidak berdenyut terlalu cepat—tentu saja, saya hanya sedang berjalan santai. Pelatih yang benar-benar "cerdas" seharusnya bisa tahu kapan harus diam dan tidak mengganggu saya dengan informasi yang tidak relevan. Setiap kali saya melakukan aktivitas kecil seperti tidur siang atau menaiki beberapa anak tangga, pelatih ini terus-menerus mengirimkan notifikasi.
Akibatnya, saya merasa tertekan dengan banyaknya notifikasi yang datang. Alih-alih memberikan sinyal yang penting, informasi yang berlebihan justru membuat saya cenderung mengabaikan pelatih tersebut. Ketika perjalanan saya selesai, saya sudah terbiasa untuk tidak melihat pelatih karena tahu bahwa ia akan berbicara banyak tetapi tidak banyak memberikan informasi berharga.
Kritik terhadap Pendekatan Pelatih Kesehatan
Selama sebulan terakhir, saya mengalami banyak malam buruk dan hari-hari aktif, kombinasi yang tampaknya tidak diapresiasi oleh pelatih kesehatan Google. Awalnya, saya menemukan nasihatnya lucu, seperti seorang ibu yang ingin yang terbaik untuk saya. Namun, dengan berjalannya waktu, repetisi dari nasihat yang sama menjadi semakin menjengkelkan. Seolah-olah saya mendengarkan suara ceria yang terus-menerus mengingatkan saya tanpa pernah berhenti. Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk hidup sehat, tetapi tidak semua orang mampu menjalani gaya hidup sehat setiap saat.
Saya mencoba memberikan tanggapan kepada AI dan menjelaskan situasi saya, tetapi tidak ada perubahan signifikan. Pelatih ini tampaknya hanya menerima pesan sekali dan setelah itu kembali mendesak saya untuk melakukan hal yang dianggapnya benar. Google seharusnya memperhatikan aspek ini dan memberi kita kebebasan untuk menyesuaikan tingkat umpan balik yang diinginkan, baik lebih banyak atau lebih sedikit, tergantung pada situasi.
Jika saya membayar untuk mendapatkan pelatih pribadi, mungkin mereka berhak untuk terus-menerus mengingatkan saya. Namun, untuk aplikasi di ponsel, seharusnya dapat mengikuti petunjuk saya dan menyesuaikan intensitas umpan balik berdasarkan respons saya. Harapan saya adalah pelatih ini bisa semakin cerdas dan adaptif di masa depan.
Sumber: https://www.androidauthority.com/fitbit-new-health-coach-worse-than-my-mom-3668153/




