Beranda › Harga RAM dan SSD Diprediksi Terus Naik Hingga 2028

Harga RAM dan SSD Diprediksi Terus Naik Hingga 2028

6/30/2026
Harga RAM dan SSD Diprediksi Terus Naik Hingga 2028

Krisis Memori: Harga RAM dan SSD Diprediksi Terus Melonjak

Krisis pasokan chip memori yang melanda industri teknologi diperkirakan akan berlangsung hingga 2028. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para pengguna perangkat elektronik yang bergantung pada komponen memori seperti RAM dan SSD. Menurut laporan dari Jefferies Equity Research, harga komponen ini diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Penyebab Kenaikan Harga Chip Memori

Dalam laporan terbaru, Jefferies mengungkapkan bahwa harga chip memori akan mengalami kenaikan signifikan. Diprediksi, pada kuartal ketiga tahun 2026, harga memori akan melonjak sekitar 40-50 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Tren kenaikan ini diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal keempat 2026, dengan tambahan kenaikan sekitar 30-40 persen. Tidak berhenti di situ, harga chip memori diprediksi masih akan terus meroket hingga tahun 2027.

Menurut Jefferies, penyebab utama dari fenomena ini adalah terbatasnya pasokan chip memori di pasar global. Sementara itu, permintaan terhadap chip memori terus mengalami peningkatan, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) dan komputasi yang semakin berkembang.

Dominasi Produsen Terbesar

Jefferies juga mencatat bahwa tiga produsen DRAM terbesar di dunia, yaitu Samsung, SK Hynix, dan Micron, belum menunjukkan tanda-tanda mampu meningkatkan pasokan secara signifikan dalam waktu dekat. Meskipun ada proyeksi bahwa kapasitas produksi chip memori akan mulai bertambah sekitar 15-20 persen pada tahun 2028, jumlah tersebut masih dianggap tidak cukup untuk mengimbangi permintaan yang terus meningkat dari sektor AI dan komputasi.

Satu hal yang memperparah keadaan adalah banyaknya kontrak jangka panjang yang telah ditandatangani antara produsen memori dengan perusahaan teknologi besar. Saat ini, sekitar 50 persen dari kapasitas produksi memori telah dialokasikan melalui kontrak tersebut, dan diperkirakan angka ini bisa meningkat hingga 70 persen. Hal ini berarti pasokan chip memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, PC, dan konsol game akan semakin menipis.

Dampak Terhadap Perangkat Konsumen

Dampak dari krisis pasokan ini cukup signifikan. Dengan berkurangnya pasokan chip memori, harga perangkat-perangkat elektronik yang mengandalkan komponen ini berpotensi untuk meningkat. Ini tentunya menjadi masalah bagi banyak pengguna yang ingin memperbarui atau membeli perangkat baru, karena harga yang semakin tinggi akan membebani anggaran mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari KompasTekno, situasi ini juga berdampak pada produksi smartphone di seluruh dunia. Para analis memperkirakan bahwa produksi HP akan semakin seret akibat krisis memori ini, yang berujung pada keterbatasan pilihan bagi konsumen.

Upaya Produsen Memori China

Di tengah krisis ini, sempat ada harapan bahwa produsen memori asal China bisa menjadi solusi untuk menekan harga di pasar global. Namun, menurut Jefferies, perusahaan-perusahaan seperti CXMT dan YMTC belum bisa memberikan dampak yang signifikan. Meskipun mereka terus meningkatkan produksi chip memori, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda dari produsen lainnya. Sebagian besar produk mereka juga ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik, sehingga tidak membantu mengatasi krisis pasokan di tingkat global.

Jefferies memproyeksikan bahwa ekspansi kapasitas produksi oleh produsen memori China kemungkinan tidak akan memberikan dampak berarti terhadap pasar hingga tahun 2027. Dengan demikian, harga chip memori diperkirakan akan tetap tinggi hingga setidaknya akhir tahun 2027.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi para pengguna teknologi, terutama menjelang peluncuran produk baru yang diharapkan dapat memenuhi harapan konsumen. Dengan harga yang terus melambung, para produsen dan konsumen harus bersiap menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/30/17050027/krisis-memori-masih-berlanjut-harga-ram-dan-ssd-diprediksi-bakal-terus-naik

Baca Juga

Advertisement