Beranda › Inovasi AI Menghidupkan Kenangan, Video Mendiang Kini Tersedia

Inovasi AI Menghidupkan Kenangan, Video Mendiang Kini Tersedia

7/26/2026
Inovasi AI Menghidupkan Kenangan, Video Mendiang Kini Tersedia

Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengalami perkembangan pesat dan kini digunakan untuk menghadirkan kembali sosok orang yang telah meninggal dalam bentuk video digital. Fenomena ini mulai populer di Korea Selatan, di mana sejumlah perusahaan menawarkan layanan pembuatan video yang menampilkan wajah dan suara mendiang. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana teknologi ini bekerja dan dampaknya terhadap masyarakat.

Proses Pembuatan Video AI

Salah satu contoh penggunaan layanan ini adalah kisah Lee Geon Hui, seorang pria berusia 28 tahun yang memesan video AI sebagai hadiah untuk ayahnya. Lee ingin memperlihatkan sosok kakeknya yang telah meninggal akibat kecelakaan sebelum ia lahir. Dengan naskah yang ditulisnya sendiri, Lee berharap video tersebut dapat menyampaikan pesan yang berarti bagi keluarganya.

Perusahaan teknologi Vaice yang mengembangkan video ini hanya memerlukan beberapa foto dan sampel suara singkat dari almarhum untuk memulai prosesnya. Video yang dihasilkan berdurasi antara tiga hingga lima menit dan dapat diakses dengan tarif mulai dari 390 dollar AS, atau sekitar Rp 7 juta.

Dampak Emosional bagi Keluarga

Lee menceritakan bagaimana awalnya ayahnya ragu untuk menonton video tersebut. Namun, setelah menontonnya, sang ayah tidak dapat menahan tangis. Video AI ini bukan hanya sekadar rekaman, tetapi menjadi sarana bagi keluarga untuk merasakan kembali kehadiran orang yang mereka cintai. Pesan yang disampaikan dalam video seringkali berisi ungkapan kasih sayang dan penyesalan yang belum sempat diungkapkan.

Pertumbuhan Layanan Video AI di Korea Selatan

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan ini, CEO Vaice, Jeongu Won, menyatakan bahwa perusahaannya melayani sekitar 300 pelanggan setiap bulan. Banyak dari pelanggan tersebut adalah orang berusia 40-50 tahun yang ingin membuat video AI dari orang tua mereka yang telah tiada. Selain itu, banyak keluarga juga memutar video AI ini saat acara peringatan kematian atau perayaan hari besar.

Etika dan Pertimbangan Psikologis

Tentu saja, munculnya teknologi ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa orang melihatnya sebagai cara yang positif untuk mengenang orang tercinta, sementara yang lain khawatir tentang dampak etika dan psikologisnya. Menurut pakar AI dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Yong Man Ro, teknologi ini menawarkan pengalaman budaya baru, namun juga bisa menghadirkan tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan baik manfaat maupun risiko yang mungkin muncul dari penggunaan teknologi AI ini. Dengan semakin banyaknya orang yang tertarik, kita mungkin akan menyaksikan lebih banyak inovasi di bidang ini di masa depan.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/26/19020087/ai-bisa-hidupkan-orang-meninggal-dalam-video-tarifnya-rp-7-juta

Baca Juga

Advertisement