Beranda › Investasi Besar Microsoft untuk Xbox dan Tantangan Game Pass

Investasi Besar Microsoft untuk Xbox dan Tantangan Game Pass

7/11/2026
Investasi Besar Microsoft untuk Xbox dan Tantangan Game Pass

Microsoft telah berupaya keras dalam memajukan Xbox selama lebih dari satu dekade. Namun, harapan untuk meraih keberhasilan melalui investasi besar ini tampaknya belum terwujud. Dalam laporan terbaru dari Bloomberg, terungkap bahwa Microsoft telah menghabiskan sekitar USD 80 miliar atau sekitar Rp 1.442 triliun dalam 10 tahun terakhir untuk menghidupkan kembali Xbox dan mencapai ambisi mereka dengan Game Pass.

Usaha yang Belum Memuaskan

CEO Xbox, Asha Sharma, menyatakan bahwa upaya besar ini merupakan hasil dari strategi yang diterapkan oleh kepemimpinan sebelumnya. Strategi tersebut mencakup akuisisi studio dan peluncuran game di platform pesaing. Meskipun beberapa langkah ini memberikan nilai bagi perusahaan, hasilnya masih jauh dari harapan yang ditargetkan.

Target Pelanggan Game Pass yang Jauh dari Harapan

Dalam proses akuisisi Activision, Microsoft menargetkan untuk memiliki 77 juta pelanggan Game Pass pada akhir tahun fiskal 2026. Namun, hingga saat ini, jumlah pelanggan hanya mencapai 30 juta, yang merupakan penurunan 4 juta dari laporan sebelumnya. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Xbox.

Kenaikan Harga dan Dampaknya

Pada bulan Juni lalu, Kepala Strategi Xbox, Matthew Ball, mengungkapkan bahwa banyak pelanggan yang membatalkan langganan Game Pass setelah peningkatan harga sebesar 50% yang diumumkan pada Oktober 2025. Meskipun Game Pass menawarkan akses ke berbagai game, strategi ini tampaknya belum berhasil menarik minat gamer yang ada.

Analisis Mengenai Kegagalan Game Pass

Analis Circana, Mat Piscatella, berpendapat bahwa Game Pass menghadapi tantangan besar. Menurutnya, masalah bukanlah pada layanan itu sendiri, tetapi pada pendekatan untuk menjual langganan. Meskipun ada game populer seperti Call of Duty yang diluncurkan di Game Pass, tidak ada peningkatan signifikan dalam jumlah pelanggan maupun penjualan perangkat keras.

Bloomberg juga melaporkan bahwa mantan presiden Xbox, Sarah Bond, pernah memimpin strategi Game Pass dan diketahui Microsoft menghabiskan USD 1 miliar setiap tahun untuk kesepakatan game pihak ketiga. Upaya ini ditujukan untuk memperluas jangkauan Game Pass kepada pengguna PC dan pasar streaming.

Investasi Besar dan Akuisisi Strategis

Investasi sebesar USD 80 miliar ini sebagian besar berasal dari akuisisi besar Microsoft atas Activision Blizzard senilai USD 75,4 miliar dan ZeniMax sebesar USD 7,5 miliar. Selain itu, mereka juga membeli pengembang seperti Ninja Theory, Obsidian, dan Double Fine. Langkah-langkah ini merupakan inisiatif untuk meningkatkan jumlah studio guna menciptakan lebih banyak game yang dapat diakses oleh anggota Game Pass.

Secara keseluruhan, meskipun Microsoft telah melakukan investasi besar dalam Xbox dan Game Pass, hasil yang diperoleh masih jauh dari harapan. Tantangan dalam mempertahankan pelanggan dan menarik gamer baru menjadi fokus utama bagi perusahaan ke depannya.

Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8567400/microsoft-habiskan-rp-1-400-triliun-demi-xbox-endingnya-geleng-kepala

Iklan