Pasar smartphone di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran iPhone Duo, yang dikenal sebagai smartphone lipat pertama dari Apple. Namun, bocoran harga yang mencapai Rp 45 juta menjadi tantangan tersendiri dalam pemasarannya di Tanah Air. CEO Erajaya Digital, Joy Wahjudi, menyatakan keyakinannya bahwa meskipun harga iPhone Duo cukup tinggi, tetap akan ada peminatnya.
Harga Tinggi iPhone Duo di Pasar Global
Dalam sebuah wawancara, Joy menegaskan bahwa harga iPhone Duo di Amerika Serikat pun tergolong mahal, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan lini iPhone Pro yang sudah terkenal sebagai produk premium dari Apple. "Kalau saya bilang harganya mahal. Bisa kita cek kan di website-nya Apple. Yang di luar negeri mulai dari 2.000 dolar," ujarnya saat ditemui di acara iBox Pick & Win di Jakarta.
Daya Tarik Smartphone Lipat Apple
Meskipun harga yang tinggi berpotensi membatasi jumlah pembeli, Joy berpendapat bahwa status iPhone Duo sebagai smartphone lipat pertama dari Apple menjadi daya tarik tersendiri. "Karena yang pertama, peminatnya pasti ada. Apakah lebih banyak dari Pro Series? Rasa saya sih agak susah ya. Karena foldable itu ada segmen sendiri," ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga menjadi faktor penting, inovasi juga memiliki peran dalam menarik minat konsumen.
Karakter Pasar Smartphone Lipat
Menurut Joy, pasar smartphone lipat memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan smartphone konvensional. Ia mencatat bahwa tidak semua konsumen membutuhkan desain layar lipat, terutama jika harus membayar harga yang jauh lebih mahal. "Kalau kita belajar dari yang sudah meluncurkan foldable, sama yang biasa kayak begini, itu kan tetap lebih besar yang biasa daripada foldable," jelasnya.
Prediksi Penjualan iPhone Duo
Joy memperkirakan bahwa iPhone Duo tidak akan langsung menjadi produk dengan penjualan yang setara dengan iPhone Pro Series. "Jadi ada market-nya lah. Tapi bukan mass market kalau menurut saya," tegasnya. Selain itu, selisih harga dengan iPhone 18 Pro Series akan menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli. Meskipun ada minat terhadap konsep smartphone lipat Apple, harga yang tinggi dapat membuat konsumen berpikir dua kali sebelum membeli.
Kendati demikian, Joy tetap optimis bahwa iPhone Duo akan menemukan pembelinya di Indonesia. Ia menilai pasar iPhone Duo kemungkinan lebih terbatas dibandingkan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang menawarkan desain smartphone konvensional. "Karena ini merupakan iPhone lipat pertama Apple, saya yakin peminatnya pasti ada. Namun, kalau dibandingkan dengan iPhone Pro Series, rasanya cukup sulit untuk menyamai penjualannya. Sebab, smartphone lipat memang memiliki segmen pasar tersendiri," pungkas Joy.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8709873/iphone-duo-mahal-bos-erajaya-yakin-tetap-ada-peminatnya



