Advertisement
Beranda › Kacamata Pintar Meta Hadapi Isu Privasi dan Pengenalan Wajah

Kacamata Pintar Meta Hadapi Isu Privasi dan Pengenalan Wajah

6/4/2026

Meta dan Kacamata Pintar: Isu Privasi yang Mengemuka

Dalam beberapa waktu terakhir, kacamata pintar yang diproduksi oleh Meta, hasil kolaborasi dengan Ray-Ban, menghadapi pertanyaan baru terkait privasi setelah laporan yang mengungkapkan bahwa beberapa modder telah berhasil mematikan LED perekaman untuk merekam secara diam-diam. Situasi ini cukup mengkhawatirkan, namun masalah tersembunyi ini bukan satu-satunya perhatian yang muncul seputar kacamata pintar Meta. Sebuah investigasi terbaru menunjukkan bahwa Meta telah menyisipkan kode untuk sistem pengenalan wajah yang belum dirilis ke dalam aplikasi Meta AI.

Kode Pengenalan Wajah Tersimpan di Aplikasi Meta AI

Menurut laporan dari WIRED, setelah meninjau kode dalam aplikasi pendamping Meta yang saat ini aktif, ditemukan referensi mengenai fitur internal yang disebut dengan NameTag. Fitur ini tampaknya dirancang untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlihat melalui kamera kacamata. Aplikasi Meta AI ini digunakan dengan kacamata pintar Ray-Ban dan Oakley, dan sudah diunduh lebih dari 50 juta kali.

Walaupun fitur ini belum aktif untuk konsumen, WIRED melaporkan bahwa komponen inti dari sistem ini sudah ditambahkan ke aplikasi sejak Januari lalu. Terdapat tiga model AI yang kini tersimpan di ponsel pengguna. Model pertama berfungsi mendeteksi wajah, model kedua memangkas wajah, dan model ketiga mengubahnya menjadi data biometrik yang bisa dicocokkan dengan jejak wajah yang disimpan di ponsel. Jika fitur ini diaktifkan, sistem ini akan memberi tahu pemakai ketika mengenali seseorang.

Perubahan Nama Fitur dan Transparansi Meta

Versi aplikasi yang dirilis pada bulan Mei juga tampaknya telah mengubah nama fitur ini menjadi “Connections,” dengan teks yang mengundang pengguna untuk “mengingat orang-orang yang mereka temui.” Menanggapi laporan ini, Meta merespons dengan menekankan bahwa temuan tersebut hanya merupakan bukti bahwa perusahaan sedang menjajaki jenis fitur ini. Ryan Daniels, juru bicara Meta, menyatakan bahwa “tidak ada yang telah diluncurkan kepada konsumen dan tidak ada keputusan akhir yang telah dibuat.” Meta juga menegaskan bahwa jika mereka meluncurkan fitur apapun, itu akan dilakukan dengan transparansi penuh dan perusahaan tidak sedang membangun database wajah pusat.

Sejarah dan Tantangan Pengenalan Wajah

Nama NameTag bukanlah istilah baru bagi Meta. Pada bulan Februari lalu, The New York Times melaporkan dokumen internal Meta yang menunjukkan bahwa perusahaan telah merencanakan fitur pengenalan wajah untuk kacamata pintarnya, meskipun ada kekhawatiran mengenai privasi. Dokumen-dokumen tersebut juga mengungkapkan bagaimana “lingkungan politik yang dinamis” saat ini dapat membuat kritik terhadap fitur ini semakin meningkat.

Teknologi yang mendasari aplikasi yang digunakan dengan kacamata pintar Meta menunjukkan bahwa peluncuran fitur ini mungkin semakin dekat. Namun, meskipun ada indikasi tersebut, tidak ada jaminan bahwa NameTag akan diluncurkan. Penutupan sistem pengenalan wajah Facebook oleh Meta pada tahun 2021 menunjukkan betapa rumitnya wilayah ini. Memang, pengenalan wajah di kacamata pintar bisa sangat berguna jika membantu kita mengingat seseorang yang pernah kita temui. Namun, kekhawatiran yang mendasar adalah bahwa mengenali seorang kenalan bukanlah satu-satunya kemungkinan penggunaan teknologi ini, dan begitu “kotak Pandora” ini terbuka, mungkin sangat sulit untuk menutupnya kembali.

Kesimpulan: Antara Inovasi dan Privasi

Perdebatan tentang penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam kacamata pintar menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh perusahaan teknologi seperti Meta. Di satu sisi, inovasi ini berpotensi membawa kemudahan dan interaksi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi di sisi lain, privasi individu menjadi taruhan yang harus diperhatikan dengan serius. Seiring dengan kemajuan teknologi, penting bagi kita untuk terus mendiskusikan dan menilai dampak yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi baru ini.

Sumber: https://www.androidauthority.com/meta-smart-glasses-face-recognition-code-in-app-3674720/

Baca Juga

Advertisement