Konsumen yang berencana membeli laptop baru di tahun 2027 perlu bersiap-siap untuk mengeluarkan anggaran lebih besar. Hal ini disebabkan oleh potensi kenaikan harga laptop akibat melonjaknya biaya komponen utama, termasuk RAM, SSD, dan prosesor. Peringatan ini datang dari perusahaan riset pasar, TrendForce, melalui laporan terbarunya.
Penyebab Kenaikan Harga Laptop
Menurut laporan yang dirilis pada 8 Oktober 2026, TrendForce mengungkapkan bahwa tekanan biaya produksi akan menjadi tantangan besar bagi industri laptop pada tahun 2027. Kenaikan harga komponen utama diperkirakan akan memaksa produsen untuk membuat keputusan sulit, yakni menaikkan harga jual atau mengurangi spesifikasi perangkat.
Komponen Utama yang Terkena Dampak
Dalam laporan tersebut, TrendForce memberikan contoh laptop kelas menengah yang dijual sekitar USD 900 (sekitar Rp 15 juta). Pada kuartal III 2026, biaya untuk prosesor, DRAM, dan SSD sudah menyumbang 68% dari total biaya material perangkat. Ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga pada komponen tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap biaya produksi laptop.
Strategi Produsen Laptop
Produsen laptop kini menghadapi dilema. Jika mereka memilih untuk menaikkan harga jual, risiko melemahnya permintaan menjadi ancaman nyata. Di sisi lain, jika mereka tidak mau menanggung kenaikan biaya, margin keuntungan mereka akan tertekan. Salah satu solusi yang mungkin diambil adalah mengurangi spesifikasi, seperti menurunkan kapasitas RAM, agar biaya produksi tetap terkendali. Namun, langkah ini bisa membuat produk menjadi kurang kompetitif di pasar.
Permintaan Komponen dan Rantai Pasokan
Salah satu faktor yang memicu tekanan harga adalah tingginya permintaan memori untuk server kecerdasan buatan (AI). Produsen chip mulai mengalokasikan kapasitas produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI, yang berdampak pada pasokan DRAM untuk komputer pribadi. Diperkirakan, pasokan NAND Flash yang digunakan pada SSD akan mulai membaik pada paruh kedua tahun 2027 seiring dengan peningkatan kapasitas produksi.
Selain itu, tekanan biaya juga dirasakan pada komponen lain seperti papan sirkuit cetak (PCB), kapasitor, dan chip pengelola daya. Kenaikan harga bahan baku serta persoalan geopolitik turut memperumit rantai pasokan. TrendForce memperkirakan pengiriman laptop global pada tahun 2027 akan mengalami penurunan, meskipun besaran penurunan ini akan sangat bergantung pada kondisi pasar dan strategi masing-masing produsen.
Dalam situasi seperti ini, konsumen mungkin akan menunda pembelian laptop baru atau tetap menggunakan perangkat lama lebih lama dari yang direncanakan. Meski demikian, kenaikan harga laptop belum menjadi kepastian untuk seluruh pasar, termasuk di Indonesia. Besarnya perubahan harga akan sangat dipengaruhi oleh strategi produsen, kondisi pasokan komponen, dan perkembangan permintaan dari konsumen.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8702731/harga-laptop-2027-terancam-naik-ram-dan-prosesor-jadi-penyebab



