Pendiri Apple, Steve Jobs dan Steve Wozniak, dikenal sebagai dua sosok yang mengubah dunia teknologi. Namun, di balik kesuksesan mereka, tersimpan kisah perjuangan yang tak banyak diketahui. Pada masa awal mereka, Jobs dan Wozniak menghadapi tantangan finansial yang besar saat berusaha membangun prototipe pertama mereka, Apple-1. Dalam upaya untuk mendapatkan dana, mereka bahkan terpaksa menjual barang-barang berharga.
Perjuangan Finansial untuk Mewujudkan Apple-1
Ketika Jobs dan Wozniak mulai merintis usaha mereka, dana yang diperlukan untuk menciptakan Apple-1 sangat terbatas. Wozniak, yang sebelumnya telah terlibat dalam pengembangan berbagai produk, harus berkorban dengan menjual kalkulator ilmiah HP-65 miliknya seharga USD 500. Namun, kenangan buruk menghampirinya ketika ia menyadari bahwa pembelinya hanya membayar separuh dari harga yang disepakati.
Sementara itu, Jobs menjual mobil van Volkswagen kesayangannya. Keputusan ini membuatnya terpaksa beralih menggunakan sepeda untuk mobilitas sehari-hari. Namun, semua pengorbanan ini dilakukan demi satu tujuan: memproduksi papan sirkuit cetak profesional yang diperlukan untuk Apple-1.
Peluang Pertama Bersama Byte Shop
Kedua pendiri Apple ini akhirnya mendapatkan peluang besar ketika Paul Terrell, pemilik Byte Shop di Mountain View, setuju untuk membeli 50 papan Apple-1 dengan harga USD 500 per unit. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi: perangkat tersebut harus sudah dirakit sepenuhnya, bukan dalam bentuk kit yang harus dirakit oleh pembeli.
Kesepakatan ini menjadi titik balik bagi mereka. Dengan dana yang telah terkumpul, mereka pun dapat memulai produksi Apple-1 yang kemudian dipasarkan dengan harga USD 666,66. Angka tersebut dipilih karena mencerminkan keuntungan sepertiga dari harga grosir, dan juga karena Wozniak menyukai angka yang berulang.
Proses Pengembangan dan Peluncuran Apple-1
Meskipun banyak yang percaya bahwa Apple bermula dari sebuah garasi, Wozniak mengungkapkan bahwa pengembangan Apple-1 sebenarnya dilakukan di apartemennya di Cupertino dan di tempat kerjanya di Hewlett-Packard. Garasi keluarga Jobs baru berperan belakangan ketika teman-teman mereka berkumpul untuk membantu merakit dan menguji papan sebelum dikirimkan.
Pada bulan Juli 1976, Apple-1 dipamerkan kepada publik di Homebrew Computer Club di Palo Alto, California. Saat itu, para pembeli mendapatkan sebuah motherboard rakitan dengan spesifikasi yang cukup sederhana tetapi revolusioner untuk zamannya.
Warisan dan Nilai Sejarah Apple-1
Hanya sekitar 200 papan Apple-1 yang berhasil diproduksi sebelum Apple mengalihkan fokusnya ke pengembangan Apple II yang lebih canggih. Namun, unit Apple-1 yang tersisa kini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan rutin terjual di balai lelang dengan harga yang mencapai ratusan ribu dolar. Bahkan, pada awal tahun 2026, sebuah prototipe papan Apple-1 generasi awal berhasil dijual seharga USD 2,75 juta.
Kisah pengorbanan Jobs dan Wozniak untuk memulai Apple ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan keberanian, sebuah ide revolusioner bisa terwujud, meskipun hanya bermodalkan kalkulator dan sebuah mobil van.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8579632/kisah-pendiri-apple-jual-kalkulator-dan-mobil-untuk-modal-apple-1



