Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedKonten AI Menggila di YouTube, Indonesia Masuk 10 Besar Subscriber Global

Konten AI Menggila di YouTube, Indonesia Masuk 10 Besar Subscriber Global

Konten AI yang Berkualitas Rendah Membanjiri YouTube

Konten video berbasis kecerdasan buatan (AI) berkualitas rendah kini makin membanjiri platform seperti YouTube. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa lebih dari 20 persen video yang direkomendasikan YouTube kepada pengguna baru merupakan konten AI slop. Konten ini dikenal dengan sifat absurd, repetitif, dan minim makna, serta sering kali dibuat hanya untuk tujuan clickbait atau meraih atensi para pengguna internet.

Studi ini dilakukan oleh perusahaan pengeditan video Kapwing, yang menganalisis 15.000 kanal YouTube terpopuler di dunia. Dari hasil penelitian tersebut, sebanyak 278 kanal diketahui hanya berisi konten AI slop. Selain itu, Kapwing juga membuat akun YouTube baru untuk melihat pola rekomendasi algoritma. Dari 500 video pertama yang muncul di timeline, sebanyak 104 video atau sekitar 20 persen dikategorikan sebagai AI slop. Bahkan, sepertiga dari video tersebut masuk kategori brainrot—konten video absurd, repetitif, dan minim makna yang berpotensi “menggerogoti” fokus dan daya pikir penonton.

Secara keseluruhan, ratusan kanal AI slop ini dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 63 miliar penayangan dan 221 juta pelanggan (subscriber) di seluruh dunia. Kapwing memperkirakan, total pendapatan dari iklan yang dihasilkan konten semacam ini mencapai sekitar 117 juta dollar AS atau kira-kira Rp 1,9 triliun per tahun.

Indonesia Jadi Pemain Utama dalam Penyebaran Konten AI Slop

Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh tren ini. Negara kita menempati peringkat ke-10 dunia sebagai negara dengan jumlah subscriber kanal AI slop terbesar, dengan total sekitar 8,57 juta pelanggan. Di sisi jumlah penayangan, Indonesia berada di posisi ke-9 dunia dengan total sekitar 1,7 miliar view. Secara khusus, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah pelanggan AI slop terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Paling dekat, Vietnam berada di posisi ke-15 global dengan total 4,37 juta subscriber. Sementara secara global, Spanyol tercatat sebagai negara dengan jumlah pelanggan AI slop terbesar, yakni sekitar 20,22 juta pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Mesir dengan 17,91 juta pelanggan, disusul Amerika Serikat di peringkat ketiga dengan 14,47 juta pelanggan.

Dari sisi jumlah penayangan, Korea Selatan menjadi juara dengan total sekitar 8,45 miliar penayangan. Angka ini lebih besar dibanding Pakistan (5,34 miliar views), Amerika Serikat (3,39 miliar views), dan Spanyol (2,52 miliar views). Salah satu saluran YouTube yang disorot adalah Bandar Apna Dost asal India, yang meraih sekitar 2,4 miliar penayangan. Kanal ini menampilkan cerita absurd, seperti karakter berkepala monyet dengan tubuh manusia serta karakter mirip Hulk yang bertarung melawan iblis atau terbang dengan helikopter berbentuk tomat.

Bandar Apna Dost juga menjadi channel AI slop dengan pendapatan iklan tertinggi, ditaksir senilai 4,25 juta dollar AS atau sekitar Rp 71,2 miliar dalam setahun. Kanal AI slop lain yang menonjol adalah Three Minutes Wisdom asal Korea Selatan. Kanal ini menyumbang hampir seperempat dari total penayangan AI slop di negara tersebut, dengan sekitar 2,02 miliar penayangan. Kapwing memperkirakan pendapatan iklan tahunan kanal ini mencapai sekitar 4,03 juta dollar AS atau setara Rp 67,5 miliar.

Respons YouTube terhadap Fenomena AI Slop

Para peneliti menilai popularitas AI slop didorong oleh sifatnya yang mudah dikonsumsi, tidak membutuhkan konteks, dan sangat cocok dengan cara kerja algoritma media sosial. Rohini Lakshané, peneliti isu teknologi dan hak digital, menyebut konten semacam ini mudah menarik penonton baru karena tidak memiliki alur cerita yang kompleks dan bisa dinikmati secara instan.

Fenomena AI slop juga dipandang sebagai industri baru yang tumbuh cepat. Max Read, jurnalis yang kerap menulis soal konten AI, mengatakan ada komunitas besar di Telegram, WhatsApp, hingga Discord yang saling berbagi tips membuat video AI viral. Banyak kreator berasal dari negara dengan upah menengah, seperti India, Nigeria, Kenya, Brasil, dan Vietnam, karena pendapatan dari YouTube dinilai lebih menjanjikan dibanding gaji lokal.

Menanggapi temuan tersebut, juru bicara YouTube menyatakan bahwa AI hanyalah alat, dan bisa digunakan untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi maupun rendah seperti AI slop ini. YouTube menegaskan tetap berfokus menyajikan pengguna dengan konten berkualitas, serta akan menghapus video yang melanggar pedoman komunitas, terlepas dari apakah konten tersebut dibuat oleh manusia atau AI.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular