Beranda › Kritik Mantan Insinyur Meta Soal Keselamatan Anak di Media Sosial

Kritik Mantan Insinyur Meta Soal Keselamatan Anak di Media Sosial

8/21/2026
Kritik Mantan Insinyur Meta Soal Keselamatan Anak di Media Sosial

Mantan insinyur keamanan Meta, Arturo Bejar, baru-baru ini menarik perhatian publik dengan kesaksian mengejutkannya mengenai keselamatan anak di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dalam persidangan federal yang berlangsung di Oakland, California, Bejar mengungkap sejumlah temuan yang mencemaskan terkait dampak negatif penggunaan media sosial bagi anak-anak dan remaja.

Latar Belakang Persidangan

Sidang ini merupakan bagian dari gugatan yang diajukan oleh 29 jaksa agung dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Mereka menuduh Meta telah merancang produk yang dapat membuat pengguna muda kecanduan, serta berkontribusi pada berbagai masalah yang dialami oleh anak-anak. Bejar menjadi saksi pertama dalam sidang ini dan menyampaikan pendapat serta pengalamannya saat bekerja di Meta.

Kesaksian Mengenai Dampak Negatif

Dalam kesaksiannya, Bejar mengungkapkan bahwa Meta sebenarnya menyadari dampak negatif yang ditimbulkan oleh media sosial terhadap anak dan remaja. Ia menyoroti pendekatan perusahaan yang disebutnya sebagai "don't ask, don't tell," yang cenderung mengabaikan isu keselamatan anak. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kurangnya perhatian Meta terhadap potensi bahaya yang dihadapi oleh pengguna muda.

Strategi Rekomendasi yang Berbahaya

Salah satu poin yang diangkat Bejar ialah sistem rekomendasi yang diterapkan oleh Meta, yang dapat mendorong konten berbahaya, termasuk dari predator seksual. Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan masalah ini kepada eksekutif Facebook dan Instagram, tetapi tindakan yang diambil perusahaan tidak memadai. Bejar bahkan harus melaporkan masalah ini langsung kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebanyak 100 kali.

Pengalaman Pribadi yang Memotivasi

Salah satu alasan Bejar berfokus pada keselamatan anak di Instagram adalah pengalaman pribadi yang dialaminya, khususnya berkaitan dengan putrinya. Pengalamannya ini membuatnya semakin peduli terhadap isu-isu terkait keselamatan anak di platform media sosial. Dia juga mengirimkan laporan mendesak kepada Zuckerberg, yang berisi peringatan tentang konten berbahaya dan dampaknya terhadap kesejahteraan remaja. Namun, ia mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mendapat tanggapan dari Zuckerberg.

Kesaksian Bejar ini menambah deretan kritik terhadap Meta mengenai tanggung jawabnya dalam melindungi pengguna muda. Meski Zuckerberg pernah menyatakan bahwa perusahaan tidak mengutamakan keuntungan di atas keselamatan pengguna, banyak yang meragukan komitmen tersebut setelah mendengar pengakuan Bejar.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/20/14010037/eks-insinyur-meta--zuckerberg-bohong-soal-keselamatan-anak-di-facebook-dan

Baca Juga

Iklan