Beranda › Masa Depan AI Menurut CEO Samsung dan Strategi Perusahaan

Masa Depan AI Menurut CEO Samsung dan Strategi Perusahaan

7/8/2026
Masa Depan AI Menurut CEO Samsung dan Strategi Perusahaan

Pada tanggal 22 Juli mendatang, Samsung akan menggelar acara Galaxy Unpacked di London, di mana salah satu fokus utama adalah peluncuran Galaxy Z Fold8. Namun, CEO Samsung, TM Roh, juga telah menulis editorial yang mengungkapkan pandangannya tentang masa depan kecerdasan buatan (AI) dan bagaimana AI dapat berinteraksi lebih baik dengan manusia.

AI dan Ekosistem SmartThings

Dalam editorialnya, Roh menekankan bahwa memiliki AI yang pintar saja tidak cukup. AI harus menjadi bagian dari ekosistem perangkat seperti jaringan SmartThings yang telah dibangun oleh Samsung. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa data tidur yang dilacak oleh jam tangan pintar dapat mempengaruhi jadwal keesokan harinya. Dengan kata lain, AI perlu memahami konteks dan kebutuhan penggunanya.

Era Aksi AI

Selain itu, Roh menjelaskan bahwa AI kini memasuki era di mana ia dapat mengambil tindakan atas nama pengguna. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna. Menurutnya, penting bagi orang untuk mengetahui apa yang dilakukan AI untuk mereka dan tetap merasa memiliki kendali atas teknologi tersebut. Ini adalah langkah besar menuju interaksi yang lebih baik antara manusia dan mesin.

Tanggung Jawab dalam Perlindungan Data

Roh juga menyoroti tanggung jawab Samsung dalam melindungi data pengguna. Dengan fitur Knox, Samsung tidak hanya mengamankan data yang ada di perangkat, tetapi juga data yang berpindah antar perangkat. Hal ini sangat penting mengingat bahwa data pribadi yang paling sensitif akan tetap disimpan di perangkat. Keamanan data harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi AI.

Peran Ponsel dan Perangkat Cerdas

Ponsel pintar adalah bagian integral dari masa depan interaksi AI. Sebagai perangkat yang paling dekat dengan pengguna, ponsel memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai pengalaman. Roh juga menyebutkan foldable sebagai perangkat yang memberikan ruang lebih luas untuk bekerja. Selain ponsel, perangkat seperti jam tangan pintar dan alat rumah cerdas juga dapat memberikan wawasan berharga tentang kehidupan sehari-hari pengguna.

Roh menutup editorialnya dengan pertanyaan penting: bukan siapa yang memiliki AI paling pintar, tetapi siapa yang paling memahami manusia dan mengubah pemahaman itu menjadi pengalaman yang dapat dipercaya. Dengan visi ini, Samsung berusaha untuk menciptakan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga lebih manusiawi.

Sumber: https://www.gsmarena.com/samsung_ceo_writes_an_editorial_about_the_future_of_ai_where_ai_meets_people-news-73626.php

Baca Juga

Iklan