Masalah pada Windows 11: PC Tidak Bisa Dimatikan Setelah Pembaruan
Pembaruan keamanan yang dirilis oleh Microsoft untuk Windows 11 pada 13 Januari 2026 ternyata membawa masalah baru bagi penggunanya. Hanya dalam waktu empat hari setelah peluncuran, perusahaan yang berbasis di Redmond ini harus mengeluarkan pembaruan darurat untuk mengatasi sejumlah bug yang terdeteksi, salah satunya adalah ketidakmampuan sistem untuk dimatikan atau masuk ke mode hibernasi.
Pengguna melaporkan bahwa ketika mereka mencoba mematikan PC, sistem malah melakukan restart secara otomatis. Hal ini tentu saja sangat mengganggu, karena pengguna berharap perangkat mereka dapat dimatikan sepenuhnya setelah menggunakan opsi shutdown.
Bug Terkait Pembaruan KB5073455 dan KB5074109
Masalah ini muncul setelah pemasangan pembaruan KB5073455 untuk Windows 11 versi 23H2. Selain itu, dua pembaruan lainnya, KB5074109 untuk versi 24H2 dan 25H2, juga dilaporkan membawa masalah yang sama, meskipun tidak semua pengguna merasakannya.
Dalam pernyataan resminya, Microsoft menjelaskan bahwa bug ini hanya terjadi pada perangkat dengan konfigurasi keamanan tertentu. Lebih khusus lagi, gangguan ini dialami oleh sistem yang mengaktifkan fitur Secure Launch. Fitur ini merupakan bagian dari teknologi Virtualization-Based Security (VBS) yang telah diperkenalkan sejak Windows 10.
Apa Itu Secure Launch?
Secure Launch memanfaatkan teknologi Dynamic Root of Trust for Measurement (DRTM) berbasis perangkat keras yang bertujuan untuk menjaga integritas sistem sejak proses booting awal. Dengan mekanisme ini, sistem dapat memulai booting dengan kode yang belum sepenuhnya terpercaya. Setelah itu, CPU akan beralih ke mode aman untuk memverifikasi bahwa tidak ada kode berbahaya yang beroperasi di level firmware.
Fitur ini bekerja seiring dengan Secure Boot untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan. Biasanya, perangkat dengan konfigurasi keamanan ini dikenal sebagai Secured-core PC, yang banyak digunakan dalam segmen bisnis dan enterprise karena tingkat perlindungannya yang tinggi terhadap serangan berbahaya.
Dampak dari Bug dan Solusi Sementara
Akibat adanya bug ini, proses pematian sistem menjadi tidak normal. Saat pengguna memilih opsi shutdown dari menu Windows, perangkat justru melakukan restart otomatis. Mode hibernasi juga dilaporkan tidak berfungsi pada sistem yang terdampak. Microsoft mengakui bahwa hingga saat ini belum ada solusi sementara untuk mengatasi masalah hibernasi yang ada.
Perusahaan masih melakukan penyelidikan untuk menemukan akar permasalahan sebelum merilis perbaikan permanen. Sebagai langkah sementara, Microsoft menyarankan pengguna untuk mematikan PC mereka menggunakan perintah manual melalui Command Prompt. Cara ini dapat dilakukan dengan membuka Command Prompt yang dapat diakses dengan mengetik “cmd” di kolom pencarian Windows, lalu menjalankan perintah berikut:
- shutdown /s /t 0
Perintah di atas akan memaksa sistem untuk mati sepenuhnya tanpa melalui proses shutdown standar yang kini bermasalah. Microsoft juga menekankan pentingnya bagi pengguna untuk rutin menyimpan pekerjaan dan mencadangkan data, terutama bagi mereka yang menggunakan laptop dan berisiko kehabisan baterai akibat sistem yang gagal mati.
Langkah Selanjutnya bagi Pengguna Windows 11
Pengguna Windows 11 disarankan untuk memeriksa pengaturan sistem mereka untuk mengetahui apakah fitur Secure Launch aktif di perangkat. Jika masalah terus berlanjut, mereka dapat menghubungi layanan dukungan Microsoft untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Microsoft berjanji bahwa timnya sedang bekerja keras untuk menghadirkan solusi permanen melalui pembaruan Windows yang akan datang.
Dengan berbagai langkah yang disarankan, diharapkan pengguna dapat mengatasi masalah ini sambil menunggu perbaikan resmi dari Microsoft. Masalah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan siap menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi pada perangkat teknologi yang kita gunakan.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8313372/update-windows-11-bikin-pc-tak-bisa-dimatikan-ini-biang-keroknya

