Microsoft telah melakukan berbagai upaya serius untuk memajukan Xbox dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kenyataannya, hasil dari semua usaha tersebut belum memenuhi ekspektasi. Dengan pengeluaran yang hampir mencapai USD 80 miliar atau sekitar Rp 1.442 triliun dalam kurun waktu 10 tahun, raksasa teknologi ini berambisi untuk menghidupkan kembali Xbox serta mewujudkan impian mereka dengan Game Pass.
Strategi yang Diterapkan Microsoft
CEO Xbox, Asha Sharma, mengungkapkan bahwa banyak dari strategi yang dijalankan sebelumnya, termasuk akuisisi studio dan perilisan game di platform pesaing, sebenarnya memberikan nilai bagi perusahaan. Namun, pertumbuhan yang dicapai masih jauh dari target yang ditetapkan. Microsoft berharap dapat memiliki 77 juta pelanggan Game Pass pada akhir tahun fiskal 2026, namun saat ini hanya tercatat 30 juta pelanggan yang aktif.
Kendala dalam Mencapai Target
Angka tersebut memang terlihat besar, tetapi sangat jauh dari harapan perusahaan. Bahkan, jumlah pelanggan Game Pass mengalami penurunan sebanyak 4 juta dari laporan terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Xbox. Kepala strategi Xbox, Matthew Ball, menyatakan bahwa banyak pelanggan yang membatalkan langganan Game Pass setelah terjadi kenaikan harga sebesar 50% pada Oktober 2025.
Masalah Game Pass dan Ketidakpuasan Gamer
Strategi Game Pass yang menawarkan permainan bebas dengan biaya langganan ternyata belum mampu menarik minat gamer secara maksimal. Analis Circana, Mat Piscatella, berpendapat bahwa Game Pass mengalami kegagalan karena game-game lain seperti Fortnite lebih berhasil dalam mempertahankan minat gamer dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian dalam permainan. Dia menekankan bahwa masalah sebenarnya bukan pada layanan itu sendiri, melainkan pada strategi penjualannya.
Investasi Besar untuk Masa Depan Xbox
Bloomberg juga mencatat bahwa mantan presiden Xbox, Sarah Bond, berperan penting dalam strategi Game Pass. Microsoft dilaporkan mengeluarkan USD 1 miliar setiap tahun untuk kesepakatan dengan pengembang pihak ketiga untuk menarik lebih banyak pengguna. Selain itu, akuisisi besar-besaran seperti Activision Blizzard senilai USD 75,4 miliar dan ZeniMax senilai USD 7,5 miliar menjadi bagian dari inisiatif untuk meningkatkan jumlah studio yang dapat memberikan lebih banyak game untuk anggota Game Pass.
Dengan semua pengeluaran dan investasi besar yang dilakukan, Microsoft masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mencapai ambisi mereka di industri gaming. Upaya untuk memperluas basis pengguna dan meningkatkan daya tarik Game Pass harus terus dilakukan agar cita-cita mereka dapat terwujud.
Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8567400/microsoft-habiskan-rp-1-400-triliun-demi-xbox-endingnya-geleng-kepala



