Mornine: Robot Humanoid Canggih dari Chery
Di dunia teknologi, kehadiran robot humanoid semakin menarik perhatian. Salah satu inovasi terbaru datang dari AiMOGA, yang memperkenalkan Mornine, robot humanoid yang dibekali dengan kecerdasan buatan (AI) berbasis ChatGPT. Robot ini tidak hanya mampu bergerak, tetapi juga berinteraksi dalam lebih dari 10 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Keberadaan Mornine menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan robot yang dapat berkomunikasi dengan manusia secara natural.
Kemampuan Berbicara yang Mengagumkan
Mornine dirancang untuk menjadi asisten digital yang handal. Dengan kemampuan percakapan yang canggih, robot ini mampu menjawab pertanyaan dan memberikan informasi yang dibutuhkan pengguna. Menurut Sam Kwok, Deputy Director of International Business dari AiMOGA, pengembangan Mornine melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra AI untuk menciptakan pengalaman interaksi yang lebih manusiawi.
“Fokus kami bukan hanya menciptakan robot yang dapat bergerak, tetapi juga robot yang dapat berkomunikasi dan membantu manusia dalam berbagai situasi,” ujar Sam. Dengan kemampuan ini, Mornine dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan kerja dan negara, menjadikannya solusi potensial untuk banyak bidang, mulai dari layanan pelanggan hingga kesehatan.
Mode Interaksi yang Fleksibel
Salah satu keunggulan Mornine adalah kemampuannya untuk beroperasi dalam dua mode, yaitu online dan offline. Dalam mode offline, robot ini masih dapat menjalankan fungsi dasar, meskipun untuk tugas yang lebih kompleks dan memerlukan informasi terbaru, koneksi internet diperlukan.
“Untuk interaksi sederhana, robot dapat bekerja secara offline. Namun jika pengguna membutuhkan informasi yang lebih luas atau spesifik, sistem perlu terhubung ke internet,” jelas Sam. Hal ini memungkinkan Mornine untuk tetap berfungsi dalam situasi di mana koneksi internet tidak selalu tersedia, memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya.
Sensor Canggih untuk Memahami Lingkungan
Selain kemampuan percakapan, Mornine juga dilengkapi dengan berbagai teknologi sensor yang memungkinkan robot ini untuk memahami dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dengan kemampuan ini, Mornine dapat memetakan area sekitarnya secara real-time, mengenali objek, serta menghindari rintangan saat bergerak.
Chery menekankan pentingnya kemampuan persepsi lingkungan agar robot dapat beroperasi di area publik dan lingkungan kerja. Mornine juga memiliki tangan dexterous yang dirancang untuk melakukan pekerjaan dengan presisi tinggi. Setiap jari dilengkapi sensor yang membantu robot mengatur tekanan saat memegang objek, memungkinkan Mornine menangani benda-benda yang rapuh tanpa merusaknya.
Potensi Penggunaan yang Luas
Dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya, Mornine dikembangkan untuk berbagai skenario penggunaan. Mulai dari asisten penjualan di dealer kendaraan hingga layanan kesehatan, robot ini memiliki potensi besar untuk membantu pekerjaan yang bersifat repetitif dan meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna.
Perusahaan menilai bahwa robot humanoid seperti Mornine bisa berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Saat ini, Mornine berada pada tahap Level 3, yang berarti mampu bekerja secara semi-mandiri dengan kemampuan navigasi dan penghindaran rintangan. Ke depan, AiMOGA menargetkan untuk meningkatkan kemampuan robot ini menuju Level 4 dan Level 5, sehingga Mornine dapat berinteraksi dengan manusia secara lebih natural dan memahami situasi yang lebih kompleks.
“Kami percaya bahwa robot humanoid akan terus berkembang. Dengan dukungan AI dan data yang semakin besar, kemampuan robot untuk memahami lingkungan dan membantu manusia akan semakin baik,” tutup Sam.
Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8536422/mornine-pakai-chatgpt-bisa-diajak-ngobrol-dalam-10-bahasa



