Beranda › Nokia Tetap Untung Triliunan Meski Tak Jual HP Lagi

Nokia Tetap Untung Triliunan Meski Tak Jual HP Lagi

9/25/2026
Nokia Tetap Untung Triliunan Meski Tak Jual HP Lagi

Nokia, perusahaan teknologi asal Finlandia, mungkin tidak lagi terlibat dalam produksi ponsel, namun tetap mampu meraih keuntungan besar dari industri ponsel. Mari kita telusuri perjalanan Nokia dalam bisnis ini.

Sejarah Akuisisi oleh Microsoft

Pada tahun 2014, Microsoft melakukan akuisisi terhadap unit ponsel Nokia dengan nilai mencapai USD 4,4 miliar. Kesepakatan tersebut juga mencakup lisensi paten yang bernilai sekitar USD 1,9 miliar dan transfer sekitar 32.000 karyawan Nokia ke Microsoft. Namun, meski memiliki potensi besar, akuisisi ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Pada tahun 2015, Microsoft mencatat penghapusan buku sebesar USD 7,6 miliar terkait akuisisi tersebut.

Kesepakatan dengan HMD Global

Setelah Microsoft menyerah pada tahun 2016, Nokia menandatangani kesepakatan 10 tahun dengan HMD Global. Kesepakatan ini memberikan hak kepada HMD untuk memproduksi ponsel dan tablet dengan merek Nokia di seluruh dunia. HMD Global didirikan oleh mantan eksekutif Nokia, sehingga ada kesinambungan dalam pengelolaan merek ini.

Setiap perangkat bermerek Nokia yang terjual sejak Desember 2016 menghasilkan pembayaran royalti bagi Nokia, tanpa harus menghadapi tantangan dalam manufaktur. Dengan cara ini, Nokia dapat mempertahankan nama dan kekayaan intelektualnya, sementara HMD Global bertanggung jawab atas produksi dan pemasaran.

Pendapatan dari Lisensi Paten

Sumber pendapatan utama Nokia dari industri ponsel sebenarnya berasal dari lisensi paten. Pada tahun 2024, Nokia Technologies, cabang lisensi perusahaan, mencatatkan penjualan bersih sebesar USD 2,2 miliar, meningkat signifikan dari USD 1,3 miliar pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh kesepakatan lisensi baru dengan perusahaan-perusahaan seperti Oppo dan Vivo, serta perjanjian dengan Apple yang akan dimulai pada Januari 2024.

Nokia juga telah memperbarui perjanjian lisensi dengan berbagai perusahaan besar di industri ponsel, seperti Samsung dan Huawei, serta pemain lainnya. Dengan lebih dari 26.000 paten yang dikelola, Nokia terus mendapatkan royalti dari perangkat yang beroperasi di jaringan 2G hingga 5G.

Ekspansi ke Sektor Baru

Selain tetap aktif di industri ponsel, Nokia juga mulai melisensikan patennya ke sektor lain, seperti otomotif. Kesepakatan dengan produsen mobil di China dan Mercedes menunjukkan bahwa Nokia beradaptasi dengan kebutuhan konektivitas yang terus berkembang, termasuk dalam kendaraan.

Lisensi HMD untuk memproduksi smartphone bermerek Nokia dijadwalkan berakhir pada Maret 2026. HMD kini beralih ke strategi multimerek dengan fokus pada nama mereka sendiri, yang mengindikasikan bahwa perubahan besar mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.

Masa Depan Merek Nokia

Pada Juli 2025, seorang manajer komunitas Nokia menyatakan bahwa mereka terbuka untuk menjalin kemitraan dengan produsen seluler besar untuk menjaga relevansi merek Nokia setelah masa eksklusivitas HMD berakhir. Dengan demikian, meskipun Nokia tidak memproduksi atau menjual ponsel, perusahaan tetap bisa mendapatkan keuntungan dari industri ponsel asalkan jaringan 5G terus ada.

Keberadaan mitra manufaktur baru sebelum tenggat waktu HMD pada 2026 akan menjadi penentu nasib merek ponsel bersejarah ini. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Nokia di industri ini.

Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8678602/tak-lagi-jual-hp-nokia-tetap-cuan-triliunan-dari-bisnis-ponsel

Baca Juga

Iklan