Beranda › Pavel Durov CEO Telegram Dituduh Fasilitasi Terorisme oleh Rusia

Pavel Durov CEO Telegram Dituduh Fasilitasi Terorisme oleh Rusia

7/30/2026
Pavel Durov CEO Telegram Dituduh Fasilitasi Terorisme oleh Rusia

Rusia melalui Dinas Keamanan Federal (FSB) telah mengeluarkan dakwaan serius terhadap Pavel Durov, pendiri dan CEO dari aplikasi pesan instan Telegram. Pada Rabu, 29 Juli 2026, FSB menuduh Durov memfasilitasi aktivitas terorisme, yang membuatnya masuk dalam daftar buronan dan diterbitkan surat perintah penangkapan internasional.

Tuduhan Terhadap Telegram

Dalam pernyataannya, FSB menyebutkan bahwa Telegram gagal menghapus berbagai kanal, grup percakapan, serta bot yang diduga digunakan oleh badan intelijen Ukraina dan organisasi teroris. Saluran-saluran ini dinilai telah digunakan untuk merencanakan dan mengoordinasikan berbagai aksi kriminal, termasuk sabotase, serangan teroris, dan penipuan siber di Rusia.

Reaksi Durov dan Telegram

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Durov maupun pihak Telegram mengenai tuduhan ini. Namun, setelah berita tersebut mencuat, akun resmi Telegram di platform X mengunggah gambar Durov yang menunjukkan jari tengahnya, yang bisa diartikan sebagai bentuk protes.

Sejarah Konflik Durov dengan Rusia

Konflik antara Pavel Durov dan pemerintah Rusia bukanlah hal baru. Durov, yang lahir di Saint Petersburg dan memulai kariernya di Rusia, telah lama mengkritik tindakan pemerintah yang dianggapnya merugikan hak privasi dan kebebasan berbicara. Pada awal tahun 2026, ia mengungkapkan bahwa otoritas Rusia telah membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya, yang ia anggap sebagai upaya untuk mengekang akses terhadap platformnya.

Potensi Hukuman yang Mengancam

Jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan Rusia, Durov berpotensi menghadapi hukuman yang sangat berat, termasuk penjara seumur hidup. Kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara inovasi teknologi dan regulasi pemerintah, terutama dalam konteks kebebasan berbicara dan privasi.

Telegram, yang didirikan oleh Pavel dan saudaranya, Nikolai Durov pada tahun 2013, kini telah memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia. Keberadaan aplikasi ini menjadi sangat signifikan dalam komunikasi digital modern, namun juga berhadapan dengan tantangan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Rusia.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/29/17173317/rusia-buru-ceo-telegram-pavel-durov

Baca Juga

Advertisement