Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedPengeluaran AI Diperkirakan Meningkat pada 2026, Perusahaan Fokus pada Vendor Terbatas

Pengeluaran AI Diperkirakan Meningkat pada 2026, Perusahaan Fokus pada Vendor Terbatas

Perusahaan Global Akan Fokuskan Anggaran Kecerdasan Buatan pada Solusi yang Efektif

Pada tahun 2026, perusahaan-perusahaan global diperkirakan akan meningkatkan anggaran pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI). Namun, kenaikan ini tidak akan terdistribusi secara merata kepada berbagai penyedia teknologi. Sebaliknya, fokus akan beralih ke sejumlah kecil vendor yang mampu menunjukkan dampak nyata terhadap bisnis.

Andrew Ferguson, Wakil Presiden Databricks Ventures, mengungkapkan bahwa 2026 akan menjadi titik balik dalam konsolidasi investasi AI di kalangan perusahaan. Saat ini, banyak perusahaan masih berada pada tahap eksperimen dengan menggunakan berbagai alat AI untuk kebutuhan yang sama, khususnya di area go-to-market. Hal ini membuat sulit untuk melihat perbedaan nilai antarproduk, meskipun sudah melewati tahap proof of concept.

“Ketika perusahaan mulai melihat bukti nyata manfaat AI, mereka akan memangkas anggaran eksperimen, merapikan penggunaan alat yang tumpang tindih, dan mengalihkan dana tersebut ke teknologi AI yang terbukti memberikan hasil,” ujar Ferguson.

Pandangan serupa disampaikan oleh Rob Biederman, Managing Partner Asymmetric Capital Partners. Ia memprediksi bahwa belanja AI perusahaan ke depan tidak hanya akan semakin terfokus di tingkat masing-masing perusahaan, tetapi juga secara industri akan mengerucut pada segelintir penyedia teknologi utama.

“Anggaran akan meningkat untuk sejumlah kecil produk AI yang jelas memberikan dampak, sementara belanja untuk produk lainnya akan menurun tajam,” kata Biederman. Ia memperkirakan akan terjadi pemisahan yang tegas di pasar, di mana hanya sedikit vendor yang menguasai porsi besar anggaran AI perusahaan. Sementara itu, banyak penyedia lain berpotensi mengalami stagnasi hingga penurunan pendapatan.

Fokus pada Keamanan dan Pengawasan

Scott Beechuk, Partner Norwest Venture Partners, menilai peningkatan belanja AI akan banyak diarahkan pada solusi yang membuat penerapan AI lebih aman dan andal. Menurutnya, perusahaan kini menyadari bahwa investasi krusial justru berada pada lapisan pengamanan, pengawasan, dan tata kelola yang memastikan penggunaan AI secara bertanggung jawab.

“Ketika kemampuan ini semakin matang dan risiko bisa ditekan, perusahaan akan lebih percaya diri beralih dari tahap uji coba ke penerapan skala besar, sehingga anggaran pun meningkat,” ujar Beechuk.

Tiga Area Utama yang Akan Diprioritaskan

Harsha Kapre, Direktur Snowflake Ventures, memprediksi bahwa belanja AI perusahaan pada 2026 akan terfokus pada tiga area utama, yaitu:

  1. Penguatan fondasi data – Membangun infrastruktur data yang kuat sebagai dasar pengembangan model AI.
  2. Optimalisasi model pascapelatihan – Meningkatkan efisiensi dan akurasi model AI setelah pelatihan.
  3. Konsolidasi berbagai alat AI – Mengurangi kompleksitas penggunaan software-as-a-service (SaaS) yang berlebihan.

Menurut Kapre, para eksekutif kini semakin aktif mengurangi kompleksitas penggunaan SaaS yang berlebihan. Mereka cenderung beralih ke sistem terpadu yang lebih cerdas, dengan biaya integrasi lebih rendah dan imbal hasil investasi yang lebih terukur. Dalam konteks tersebut, solusi berbasis AI diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular