Beranda › Penjualan PS5 Terpuruk Akibat Kenaikan Harga dan Persaingan Konsol Baru

Penjualan PS5 Terpuruk Akibat Kenaikan Harga dan Persaingan Konsol Baru

6/30/2026
Penjualan PS5 Terpuruk Akibat Kenaikan Harga dan Persaingan Konsol Baru

Harga Meroket, Penjualan PS5 Anjlok

Dalam dunia gaming, keputusan strategis dari perusahaan besar seperti Sony dan Microsoft dapat memberikan dampak besar pada pasar. Baru-baru ini, kedua raksasa ini mengumumkan kenaikan harga untuk konsol mereka, yang ternyata berimbas negatif pada volume penjualan. Data terbaru dari pasar Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa bulan Mei lalu menjadi bulan terburuk dalam 25 tahun terakhir bagi merek PlayStation dan Xbox.

Pendapatan Meningkat, Penjualan Menurun

Menariknya, meskipun penjualan unit dari kedua konsol tersebut menurun, total belanja untuk perangkat keras di industri game justru mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini sebagian besar dipicu oleh lonjakan harga yang diberlakukan serta hadirnya konsol baru, Nintendo Switch 2, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Menurut laporan dari Mat Piscatella, analis dari firma riset pasar Circana, Mei 2026 tercatat sebagai bulan dengan penjualan unit PlayStation terendah di AS sejak Mei 2000, yang merupakan periode menjelang peluncuran PS2. Sementara itu, konsol Xbox juga mengalami penurunan penjualan yang sama parahnya, mencatat bulan Mei terburuk sepanjang sejarahnya.

Penyebab Lesunya Pasar Konsol

Lesunya pasar ini dapat ditelusuri kembali kepada kebijakan harga baru yang sangat agresif dari Sony dan Microsoft. Kenaikan harga pada perangkat keras konsumen ini terjadi di tengah meningkatnya biaya produksi dan kelangkaan komponen. Salah satu penyebab utama adalah pembangunan fasilitas pusat data Kecerdasan Buatan (AI) yang masif di seluruh dunia, yang berdampak pada rantai pasokan penyimpanan dan RAM.

Para ahli memperkirakan bahwa situasi kelangkaan dan tingginya harga komponen memori ini tidak akan pulih sebelum tahun 2028. Bahkan, produsen memori terkemuka seperti Micron baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan membekukan harga kontrak mereka untuk lima tahun ke depan.

Fenomena Penjualan yang Unik

Menariknya, meskipun penjualan unit Xbox mengalami penurunan sebesar 12% dibandingkan tahun lalu, harga konsol yang lebih tinggi justru membuat total pengeluaran konsumen untuk merek tersebut meningkat sebesar 7%. Secara keseluruhan, total belanja untuk perangkat keras di pasar AS meningkat hingga 38%. Nintendo Switch 2 berhasil meraih perhatian dengan menunda kenaikan harga sebesar USD 50 hingga September mendatang, menjadi pilihan menarik bagi konsumen dan menutupi kelemahan pesaingnya.

Bulan Mei 2026 menandai akhir tahun pertama Nintendo Switch 2 di pasar dengan total penjualan diperkirakan mencapai 5,9 juta unit. Angka ini menempatkan Switch 2 sebagai konsol portabel dengan rekor penjualan tercepat kedua dalam sejarah AS, hanya kalah dari Game Boy Advance yang terjual sebanyak 6,5 juta unit.

Prognosis untuk Masa Depan

Melihat tren yang ada, Piscatella memprediksi bahwa bulan Mei 2026 bisa menjadi tanda akan adanya penurunan belanja tahunan untuk perangkat keras dalam waktu yang akan datang. Ancaman dari harga yang terus meningkat kemungkinan besar akan membuat banyak konsumen menahan diri untuk membeli konsol, setidaknya hingga musim liburan tiba. Peluncuran game yang sangat dinantikan, seperti Grand Theft Auto VI, diperkirakan akan meningkatkan permintaan dan menguras pasokan di pasar.

Dalam situasi ini, para gamer harus bijak dalam memutuskan pembelian konsol, terutama di tengah perubahan harga yang tidak menentu. Sementara itu, keberhasilan Nintendo Switch 2 bisa menjadi pelajaran berharga bagi Sony dan Microsoft untuk merumuskan strategi yang lebih baik di masa mendatang.

Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8552819/harga-meroket-penjualan-ps5-anjlok-terburuk-dalam-25-tahun

Advertisement