Beranda › Penjualan Smartphone Xiaomi Turun, ASP Mencapai Rekor Tertinggi

Penjualan Smartphone Xiaomi Turun, ASP Mencapai Rekor Tertinggi

8/20/2026
Penjualan Smartphone Xiaomi Turun, ASP Mencapai Rekor Tertinggi

Pada kuartal II-2026, penjualan smartphone Xiaomi mengalami penurunan signifikan. Perusahaan mencatat penurunan sebesar 26,3 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini menjadi perhatian bagi banyak penggemar gadget dan analis industri.

Penurunan Penjualan di Pasar Global

Berdasarkan laporan keuangan Xiaomi yang dirilis, selama kuartal II-2026, perusahaan mengirimkan sekitar 31,2 juta unit smartphone. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan pengiriman 42,4 juta unit pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini tidak hanya terjadi di pasar global, tetapi juga terasa di pasar domestik China.

Statistik Penjualan di China

Di pasar China, Xiaomi tercatat mengirimkan 8,4 juta unit smartphone pada kuartal II-2026. Ini menunjukkan penurunan dari 10,3 juta unit pada kuartal I-2025 dan 11,5 juta unit pada kuartal II-2025. Pangsa pasar Xiaomi di China pun turun menjadi 14,2 persen, dibandingkan dengan 14,4 persen di kuartal I-2025 dan 16,8 persen di kuartal II-2025.

Kenaikan Harga Jual Rata-rata

Meski penjualan menurun, Xiaomi mencatat bahwa harga jual rata-rata (average selling price/ASP) smartphone mereka justru mencapai rekor tertinggi, yaitu 1.351 yuan atau sekitar Rp 3,5 juta. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya kontribusi smartphone premium terhadap total penjualan. Di pasar China, ponsel premium kini menyumbang 32,1 persen dari total penjualan, naik dari 27,6 persen di tahun lalu.

Pangsa Pasar Global dan Pendapatan

Xiaomi tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen smartphone terbesar ketiga di dunia dengan pangsa pasar 11,5 persen. Posisi ini telah dipertahankan selama 24 kuartal berturut-turut. Meskipun total pengiriman menurun, segmen smartphone dan AIoT masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi perusahaan. Pada kuartal II-2026, pendapatan dari segmen ini mencapai 84,0 miliar yuan dengan margin laba kotor 20,0 persen.

Secara keseluruhan, Xiaomi berhasil membukukan pendapatan sebesar 108,9 miliar yuan dengan laba bersih yang disesuaikan mencapai 6,2 miliar yuan. Ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan dalam penjualan, perusahaan tetap mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan dari berbagai lini bisnisnya, termasuk Smart EV dan AI.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/20/08002947/penjualan-hp-xiaomi-anjlok-26-persen-harga-rata-rata-makin-mahal

Baca Juga

Iklan