Pendapatan Xbox Anjlok Drastis
Microsoft baru-baru ini mengungkapkan bahwa meskipun mereka melaporkan lonjakan laba yang signifikan di kuartal lalu, divisi game mereka mengalami sebaliknya. Pendapatan Xbox, khususnya dari konten dan layanan, mengalami penurunan yang cukup tajam.
Rincian Penurunan Pendapatan
Pada kuartal keempat, pendapatan konten dan layanan Xbox turun sebesar 10%, diikuti oleh penurunan 13% pada penjualan konsol Xbox. Secara keseluruhan, pendapatan Xbox menurun sekitar USD 1,7 miliar atau 7% untuk tahun fiskal, dengan kontribusi penurunan berasal dari kedua sektor tersebut.
Penyebab Penurunan dan PHK Karyawan
Menurut Amy Hood, kepala keuangan Microsoft, penurunan ini dipicu oleh sejumlah faktor termasuk investasi besar dalam penelitian dan pengembangan serta penurunan nilai aset. Hal ini berujung pada penurunan pendapatan operasional sebesar 14% dan margin operasional yang merosot hingga 21%. Akibat krisis ini, perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, yang berdampak pada sekitar 1.600 karyawan Xbox.
Strategi Baru untuk Menghadapi Tantangan
Dengan CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, perusahaan kini berencana untuk melakukan perubahan signifikan dalam strategi investasinya. Fokus akan dialihkan dari studio-studio kecil yang mengembangkan game khusus ke franchise besar seperti The Elder Scrolls dan Fallout. Namun, tantangan semakin berat, terutama setelah akuisisi Activision Blizzard senilai lebih dari USD 70 miliar yang dilakukan Microsoft pada tahun 2023.
Di tengah semua kesulitan ini, Xbox juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga konsolnya. Xbox Series X kini dijual seharga USD 750, naik 33% sejak diluncurkan pada tahun 2020. Selain itu, perusahaan sedang berusaha menghadirkan konsol baru, Project Helix, tetapi setiap penjualan konsol baru saat ini masih merugi, membuat masa depan Xbox di pasar konsol semakin tidak pasti.
Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8601664/pendapatan-xbox-anjlok-rp-30-6-triliun-alasan-phk-karyawan


