Dalam waktu kurang dari satu dekade, Esports World Cup (EWC) telah menjelma menjadi turnamen esports paling ambisius yang pernah ada. Ajang ini menawarkan total hadiah terbesar dalam sejarah esports dan melibatkan ribuan atlet profesional serta organisasi esports dari seluruh dunia.
Awal Mula Esports World Cup
Perjalanan EWC dimulai pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19 yang menghentikan hampir seluruh kompetisi olahraga dan esports di dunia. Saat itu, Saudi Arabian Federation for Electronic and Intellectual Sports (SAFEIS) meluncurkan Gamers Without Borders (GWB), sebuah turnamen amal yang menggalang dana untuk organisasi kemanusiaan internasional.
Konsep tersebut mendapat perhatian luas karena berhasil mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia serta mengumpulkan dana sosial yang signifikan. Momen ini menjadi dasar bagi perkembangan ekosistem esports berskala internasional yang terus berkembang dalam beberapa tahun berikutnya.
Festival Gamers8 dan Puncak Kesuksesan
Pada tahun 2022, Arab Saudi meluncurkan Gamers8, sebuah festival esports dan gaming yang berlangsung selama delapan minggu di Riyadh. Festival ini tidak hanya menghadirkan berbagai turnamen internasional, tetapi juga konser musik, festival budaya pop, dan hiburan keluarga. Edisi 2023 mencatat total hadiah gabungan mencapai US$45 juta, melampaui rekor sebelumnya.
Gamers8 juga memperkenalkan Club Awards, yang memberikan penghargaan kepada organisasi esports terbaik berdasarkan performa mereka dalam berbagai cabang pertandingan. Konsep ini kemudian berkembang menjadi Club Championship, salah satu identitas utama EWC saat ini.
Pengumuman Esports World Cup
Pada bulan Oktober 2023, dalam ajang New Global Sport Conference di Riyadh, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, secara resmi mengumumkan kelahiran Esports World Cup sebagai penerus Gamers8. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, dibentuk pula Esports World Cup Foundation (EWCF) yang bertanggung jawab mengelola seluruh penyelenggaraan EWC.
Dengan dukungan dari Public Investment Fund (PIF), turnamen ini ditargetkan untuk menciptakan lebih dari 39.000 lapangan pekerjaan baru di industri gaming dan esports. Investasi besar diarahkan tidak hanya untuk penyelenggaraan turnamen, tetapi juga untuk pembangunan ekosistem industri, pendidikan, teknologi, dan pariwisata berbasis gaming.
Kontroversi dan Masa Depan Esports World Cup
Meski sukses secara komersial, penyelenggaraan EWC tidak lepas dari kritik. Sejumlah organisasi HAM menilai EWC sebagai bagian dari praktik sportswashing, tetapi pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa pengembangan esports adalah bagian dari strategi diversifikasi ekonomi.
Edisi perdana EWC di Riyadh pada tahun 2024 mencetak sejarah dengan total hadiah sekitar US$60 juta, menjadikannya turnamen esports dengan prize pool terbesar. Keberhasilan EWC terus berlanjut dengan pengumuman Cristiano Ronaldo sebagai Global Ambassador, yang memperluas jangkauan pemasaran turnamen ke audiens olahraga tradisional.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk publisher besar dan sponsor global, Esports World Cup telah mengubah lanskap kompetisi esports global dan menjadi tolok ukur baru bagi penyelenggaraan turnamen berskala internasional.
Sumber: https://www.esports.id/read/apa-itu-esports-world-cup-dan-sejarahnya-hingga-jadi-turnamen-esports-terbesar-di-dunia-18968



