Advertisement
Beranda › Perplexity Hadapi Gugatan Pelanggaran Privasi Pengguna oleh Pengacara Anonim

Perplexity Hadapi Gugatan Pelanggaran Privasi Pengguna oleh Pengacara Anonim

4/4/2026

Perplexity Terlibat Kasus Hukum Terkait Pelanggaran Privasi Pengguna

Pelanggaran Privasi oleh Perplexity

Perplexity, sebuah perusahaan teknologi yang dikenal dengan layanan AI-nya, saat ini menghadapi masalah serius terkait privasi pengguna. Sebuah gugatan class action yang diajukan oleh pengguna anonim baru-baru ini menuduh Perplexity telah membagikan informasi sensitif pengguna kepada Google dan Meta tanpa izin. Tuduhan ini mencakup informasi yang dimasukkan dalam mode "Incognito" yang seharusnya fokus pada privasi.

Penggunaan Pelacak Iklan yang Tidak Diketahui

Menurut laporan dari Ars Technica, gugatan ini menyebutkan bahwa Perplexity menggunakan pelacak iklan dari Google dan Meta tanpa memberi tahu pengguna tentang integrasi ini. Pelacak-pelacak ini dianggap mirip dengan penyadapan, mengumpulkan data dari interaksi pengguna dengan Perplexity. Data yang dikumpulkan ini kemudian dibagikan ke perusahaan lain untuk tujuan penargetan iklan.

Penggugat dalam gugatan ini mengklaim bahwa semua permintaan awal yang dimasukkan oleh pengguna yang masuk ke akun Perplexity selalu dikirimkan ke platform iklan milik Google dan Meta. Hal ini juga berlaku untuk opsi balasan yang dipilih pengguna selama interaksi. Bagi pengguna yang tidak masuk, "seluruh percakapan mungkin diakses oleh pihak ketiga seperti Meta dan Google."

Informasi Pribadi yang Terancam

Gugatan tersebut juga mengklaim bahwa data yang dibagikan kepada Google dan Meta oleh Perplexity mencakup informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi, terlepas dari apakah informasi tersebut dimasukkan dalam mode Incognito, yang dalam gugatan ini disebut "tipuan". Menariknya, Perplexity tidak mewajibkan pengguna untuk menyetujui kebijakan privasinya sebelum menggunakan layanan, dan menemukan kebijakan tersebut di aplikasi web Perplexity cukup sulit karena tidak terhubung langsung.

Penggugat anonim ini menyatakan bahwa ia menggunakan Perplexity untuk berbagai tujuan sensitif, termasuk untuk mendapatkan nasihat keuangan dan hukum. Hal ini menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut mengenai keamanan dan privasi data pengguna.

Tuntutan Terhadap Google dan Meta

Tidak hanya Perplexity yang menjadi sasaran dalam gugatan ini; Google dan Meta juga dituduh gagal menegakkan kebijakan mereka sendiri yang seharusnya dapat mencegah pelacakan dengan cara ini. Gugatan ini berpotensi melibatkan pengguna Perplexity di AS yang percakapan mereka dibagikan dengan Google dan Meta antara akhir 2022 hingga awal 2026.

Jika gugatan ini berhasil, kompensasi yang mungkin diterima pengguna bisa sangat besar. Menurut Ars Technica, kerugian dalam gugatan ini dapat melebihi $5,000 untuk setiap pelanggaran individu, dan jumlah pelanggaran tersebut bisa mencapai jutaan.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya transparansi dalam kebijakan privasi dan penggunaan data pengguna oleh perusahaan teknologi. Dengan semakin banyaknya laporan tentang pelanggaran privasi, pengguna diharapkan lebih waspada dan cermat dalam memilih layanan yang mereka gunakan.

Sumber: https://www.androidauthority.com/perplexity-google-meta-class-action-3654860/

Baca Juga

AI
Advertisement