
| Identity Brand | HTC |
| Identity Model | HTC Glacier |
| Launch Announced | Not officially announced yet |
| Launch Status | Discontinued |
| Body Dimensions | - |
| Body Weight | - |
| SIM SIM | Mini-SIM |
| Display Type | TFT |
| Display Size | 3.8 inches, 41.1 cm | 2 |
| Display Resolution | 480 x 800 pixels, 5:3 ratio (~246 ppi density) |
| Platform OS | Android 2.2 (Froyo), Sense UI |
| Platform Chipset | Qualcomm MSM8255 Snapdragon S2 |
| Memory Internal | 768MB RAM |
| Camera Rear | Single: 5 MP, AF |
| Camera Front | Single: VGA videocall camera |
| Battery | Removable Li-Ion battery |
| Network Technology | GSM / HSPA |
| Network 2G bands | GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 |
| Network 3G bands | HSDPA |
| Network Speed | HSPA |
| Connectivity Network | GSM / HSPA |
| Connectivity Wireless | Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, hotspot | 2.1, A2DP, EDR | GPS, A-GPS |
| Connectivity USB | microUSB 2.0 |
7/2/2026
HTC Glacier merupakan salah satu smartphone lawas dari HTC yang hadir dengan desain sederhana dan fitur dasar yang cukup lengkap pada masanya. Smartphone ini dibekali layar TFT berukuran 3.8 inci dengan resolusi 480 x 800 piksel dan rasio 5:3, menghasilkan kerapatan sekitar 246 ppi. Layar tersebut cukup memadai untuk menampilkan konten dengan detail yang jelas, meski teknologi TFT membuatnya kurang optimal dalam reproduksi warna dan sudut pandang dibanding layar IPS atau AMOLED modern.
Di sektor performa, HTC Glacier ditenagai oleh chipset Qualcomm MSM8255 Snapdragon S2 yang dipadukan dengan RAM 768MB. Kombinasi ini berjalan di atas sistem operasi Android 2.2 Froyo dengan antarmuka Sense UI, yang pada zamannya sudah cukup responsif untuk kebutuhan komunikasi, browsing, dan penggunaan aplikasi dasar. Jaringan yang didukung mencakup GSM dan HSPA, memungkinkan koneksi internet 3G dengan kecepatan yang memadai untuk aktivitas ringan.
Untuk urusan fotografi, HTC Glacier hadir dengan kamera utama 5 MP yang dilengkapi fitur autofocus. Kamera ini mampu menangkap foto dengan detail yang cukup baik dalam kondisi cahaya cukup. Sedangkan kamera depan hanya berupa VGA untuk kebutuhan videocall, yang sudah cukup standar untuk masa itu.
Dari sisi daya tahan, HTC Glacier mengandalkan baterai removable Li-Ion yang memungkinkan pengguna untuk mengganti baterai secara mudah ketika diperlukan. Sayangnya, kapasitas baterai dan teknologi charging-nya tidak disebutkan secara spesifik, namun mengingat era peluncurannya, baterai ini cukup untuk penggunaan sehari-hari dengan pengisian menggunakan port microUSB 2.0 standar.
Fitur menarik lain yang disematkan adalah konektivitas lengkap mulai dari Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, hotspot, Bluetooth 2.1 dengan A2DP dan EDR, serta GPS dan A-GPS untuk navigasi. Semua ini membuat HTC Glacier menjadi perangkat yang cukup lengkap untuk kebutuhan komunikasi dan multimedia dasar pada zamannya.
Cocok untuk: pengguna yang membutuhkan smartphone Android sederhana dengan layar cukup lebar, performa stabil untuk aplikasi dasar, serta kamera utama yang mampu menangkap momen sehari-hari dengan baik.