Advertisement
Beranda › Qualcomm Raih Kinerja Positif di Kuartal Pertama, Namun Ada Tantangan

Qualcomm Raih Kinerja Positif di Kuartal Pertama, Namun Ada Tantangan

2/6/2026

Qualcomm Catatkan Kinerja Menggembirakan di Kuartal Pertama, Namun Prediksi Kuartal Kedua Bisa Menurun karena Kekurangan Memori

Pencapaian Kuartal Pertama yang Mengesankan

Qualcomm baru-baru ini melaporkan hasil kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal pertama tahun fiskal ini. Dengan pendapatan mencapai $12,25 miliar dan laba per saham yang disesuaikan (EPS) sebesar $3,50, perusahaan ini berhasil melampaui ekspektasi yang diprediksi oleh para analis. Sebelumnya, analis yang disurvei oleh London Stock Exchange memperkirakan pendapatan sebesar $12,21 miliar dan EPS sebesar $3,41.

Net income perusahaan tercatat sebesar $3 miliar, atau setara dengan $2,78 per saham. Jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu, yang mencatatkan net income sebesar $3,18 miliar atau $2,83 per saham, terlihat adanya penurunan yang cukup signifikan.

Divisi Utama yang Menghasilkan Pendapatan

Divisi terbesar Qualcomm adalah penjualan chip untuk smartphone, yang mencatatkan pendapatan sebesar $7,82 miliar, meningkat 3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain itu, Qualcomm juga mendapatkan pendapatan dari lisensi kekayaan intelektualnya, termasuk paten 5G, yang berkontribusi sebesar $1,59 miliar.

Tak hanya itu, divisi Internet of Things (IoT) yang memproduksi chip berdaya rendah untuk aplikasi industri dan berbagai gadget pintar, seperti kacamata Meta Ray-Ban yang menggunakan chip Snapdragon AR1, juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan peningkatan pendapatan sebesar 9% menjadi $1,69 miliar. Sementara itu, divisi otomotif mengalami pertumbuhan tercepat, dengan pendapatan yang meningkat 15% menjadi $1,1 miliar.

Prediksi Kuartal Kedua yang Membuat Kekhawatiran

Meskipun pencapaian kuartal pertama sangat positif, Qualcomm meramalkan bahwa pendapatan untuk kuartal kedua akan lebih rendah dari harapan. Perusahaan memprediksi pendapatan antara $10,2 hingga $11 miliar, serta EPS antara $2,45 hingga $2,65. Sementara itu, para analis sebelumnya mengharapkan pendapatan sebesar $11,11 miliar dan EPS sebesar $2,89.

Prediksi ini mencerminkan tantangan yang akan dihadapi Qualcomm dalam beberapa bulan mendatang, terutama terkait dengan strategi pembelian perusahaan smartphone. Kenaikan biaya komponen dapat memaksa mereka untuk menaikkan harga, yang pada gilirannya berpotensi mempengaruhi penjualan. Dalam konteks ini, ponsel flagship dengan margin yang lebih besar dianggap lebih mampu bertahan dari krisis kekurangan chip memori yang sedang terjadi.

Langkah Strategis Qualcomm ke Depan

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa perusahaan mereka berada dalam posisi yang kompetitif di segmen flagship. Ia menyatakan, “Kami mulai melihat bahwa memori akan menentukan ukuran pasar mobile.” Meskipun Qualcomm tidak secara langsung membeli chip memori, dampaknya akan terasa pada pelanggan mereka yang memproduksi perangkat mobile.

Selain itu, Qualcomm juga melanjutkan program pembelian kembali sahamnya. Pada kuartal pertama, perusahaan ini membeli kembali 15 juta saham dengan total nilai $2,6 miliar. Di samping itu, Qualcomm juga membayarkan dividen sebesar $949 juta, yang setara dengan $0,89 per saham kepada para pemegang sahamnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Qualcomm berupaya untuk tetap menjadi pemain utama di industri semikonduktor meskipun tantangan di depan mata. Meskipun prediksi untuk kuartal kedua menunjukkan penurunan, keberhasilan di kuartal pertama menunjukkan bahwa perusahaan ini tetap memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi masa depan.

Sumber: https://www.gsmarena.com/qualcomm_beats_expectations_in_q1_but_predicts_a_lower_q2_due_to_memory_shortages-news-71420.php

Baca Juga

AI
Advertisement