JAKARTA, Kompas.com - Adopsi jaringan 5G di Indonesia masih tergolong rendah, meskipun layanan tersebut sudah hadir di Tanah Air sejak lima tahun lalu. Hal ini terungkap dalam laporan bertajuk Mobile Economy Asia Pacific 2026 yang dipublikasikan oleh Global System for Mobile Communications Association (GSMA) pada awal Agustus 2026.
Tingkat Adopsi 5G yang Masih Terbatas
Julian Gorman, Head of Asia Pacific GSMA, menjelaskan bahwa koneksi 5G di Indonesia baru mencakup sekitar 4 persen dari total koneksi seluler pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.
Perbandingan dengan Negara Tetangga
- Filipina: Adopsi 5G mencapai sekitar 25 persen pada tahun 2025.
- Singapura: Diperkirakan mencapai 34 persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata kawasan Asia Pasifik yang berada di kisaran 27 persen.
Jarak adopsi 5G di Indonesia semakin terasa jika dibandingkan dengan negara tetangga. Sementara itu, GSMA memproyeksikan bahwa adopsi 5G di Indonesia akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Proyeksi Cakupan Jaringan 5G
Walaupun saat ini angka adopsi 5G masih rendah, Gorman menyebutkan bahwa porsinya diperkirakan akan mencapai sekitar 28 persen pada tahun 2030. Namun, cakupan jaringan 5G di Indonesia juga masih terbatas. Pada tahun 2025, jaringan ini diperkirakan baru akan menjangkau sekitar 10 persen populasi.
Dominasi Jaringan 4G di Indonesia
Sementara itu, jaringan 4G masih menjadi tulang punggung konektivitas seluler di Indonesia, dengan porsi sekitar 92 persen dari total koneksi pada tahun 2025. GSMA memperkirakan bahwa meskipun adopsi 5G meningkat, 4G akan tetap memegang porsi terbesar hingga akhir dekade, meski porsinya akan berangsur turun seiring bertambahnya pengguna dan cakupan jaringan 5G.
Gorman juga menyebutkan bahwa salah satu faktor yang membuat perkembangan 5G di Indonesia relatif lambat adalah ketersediaan spektrum. Sejak diluncurkan pada 27 Mei 2021, jaringan 5G di Indonesia dimulai dengan operator pelat merah, Telkomsel.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/20/14550097/riset-gsma--adopsi-5g-di-indonesia-4-persen-tertinggal-dari-negara-tetangga



