Samsung Galaxy S26 Ultra: Apa yang Pengguna Sungguh Perhatikan pada Fitur Layar?
Salah satu fitur unggulan yang diangkat Samsung saat meluncurkan Galaxy S26 Ultra adalah layar. Meskipun inovasi baru seperti fitur Privacy Display mendapatkan perhatian, Samsung juga menekankan peningkatan signifikan dari layar 8-bit pada Galaxy S25 Ultra menjadi 10-bit. Namun, klaim ini menuai kontroversi hanya beberapa hari setelah peluncuran resmi perangkat tersebut.
Kekeliruan dalam Klaim 10-bit
Setelah peluncuran, terungkap bahwa Samsung telah mengecewakan calon pembeli dengan klaim 10-bit yang ternyata tidak benar. Faktanya, Galaxy S26 Ultra masih menggunakan layar 8-bit, sama seperti pendahulunya. Hal ini tentu membuat banyak calon pembeli merasa kecewa, mengingat layar 10-bit menawarkan satu miliar nuansa warna, yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan 16,7 juta warna pada layar 8-bit. Dengan layar 10-bit, tampilan warna menjadi lebih hidup dan transisi antar warna lebih halus, tanpa terlihat banding yang mengganggu.
Menanggapi kekeliruan ini, Samsung menjelaskan bahwa layar 8-bit pada Galaxy S26 Ultra telah ditingkatkan untuk memberikan kualitas warna yang mendekati layar 10-bit. Namun, bagi pengguna yang telah memesan perangkat ini berdasarkan klaim tersebut, penjelasan ini mungkin terasa kurang memuaskan. Meskipun ada perbedaan yang jelas saat membandingkan kedua perangkat secara berdampingan, sulit untuk mengidentifikasi perbedaan jika dilihat secara terpisah.
Survei Pengguna: Apakah 10-bit Benar-Benar Penting?
Kami melakukan survei di antara pembaca untuk mengetahui seberapa penting fitur 10-bit ini bagi mereka. Hasilnya cukup menarik. Sekitar 33% dari lebih dari 7.000 pembaca yang mengikuti survei mengaku tidak terlalu peduli dengan layar 10-bit. Sementara itu, 39% lainnya hanya peduli jika layar 10-bit tersebut memberikan perbedaan yang signifikan. Hanya 28% responden yang menjadikan layar 10-bit sebagai salah satu alasan utama untuk memilih Galaxy S26 Ultra dibandingkan dengan pesaingnya.
Beberapa pembaca juga menyampaikan pandangan mereka mengenai klaim 10-bit pada laporan awal kami. Salah satu pembaca, Kuna Seelan, mengungkapkan bahwa ada alternatif unggulan lain yang telah memiliki layar 10-bit sejak lama, seperti flagship dari OnePlus. Walaupun layar Galaxy S26 Ultra mungkin tidak memenuhi standar para purist, banyak pengguna yang merasa cukup puas.
Kekhawatiran tentang Kesehatan Mata
Salah satu aspek dari Galaxy S26 Ultra yang menciptakan reaksi negatif adalah fitur yang berkaitan dengan kesehatan mata. Sementara produsen ponsel asal Tiongkok memperhatikan hal ini, raksasa seperti Google dan Samsung tampaknya mengabaikannya. Salah satu fitur yang penting adalah pengaturan PWM (Pulse Width Modulation) yang tinggi, yang berfungsi untuk mengatur kecerahan layar.
Layar AMOLED modern mengatur kecerahan dengan mematikan tampilan pada interval yang sangat pendek. Misalnya, kecerahan 50% dicapai dengan menyalakan layar hanya setengah waktu. Perubahan ini terjadi sangat cepat dan tidak dapat diindera oleh mata secara langsung. Namun, proses ini dapat menyebabkan kelelahan mata, terutama saat digunakan di lingkungan yang redup dengan kecerahan rendah.
Penggunaan frekuensi PWM yang lebih tinggi dapat mengurangi efek kelelahan mata ini. Merek asal Tiongkok seperti HONOR dan OnePlus telah menerapkan teknik ini dengan efektif. Sayangnya, Samsung masih menggunakan frekuensi PWM yang jauh lebih rendah, yaitu 480Hz, yang membuat banyak pengguna merasa tidak nyaman. Bahkan, beberapa pengguna mengembalikan Galaxy S26 Ultra mereka setelah merasakan ketidaknyamanan yang signifikan.
Permintaan untuk Perbaikan
Kami kembali menanyakan pendapat pembaca mengenai pendekatan Samsung dalam hal ini. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 70% pengguna menginginkan fitur perawatan mata yang lebih baik. Sementara itu, sekitar 29% responden lebih peduli pada fitur-fitur mewah. Keberadaan kedua aspek ini tentu diharapkan oleh banyak pengguna, dan kekecewaan terhadap ketidakpedulian Samsung terhadap kebutuhan ini semakin meningkat.
Saya pribadi tidak mengalami sensitivitas terhadap PWM dan bisa beradaptasi dengan frekuensi rendah pada Galaxy S26 Ultra. Namun, sudah saatnya Samsung mulai memperhatikan kekhawatiran pengguna yang banyak ini.
Sumber: https://www.androidauthority.com/galaxy-s26-ultra-display-survey-3653467/

