Advertisement
Beranda › Samsung Luncurkan Exynos 2600, Chipset Baru untuk Galaxy S26

Samsung Luncurkan Exynos 2600, Chipset Baru untuk Galaxy S26

4/3/2026

Pembaharuan Chipset Samsung pada Galaxy S26

Setelah satu tahun absen, Samsung kembali menghadirkan seri chip kustomnya dengan peluncuran Exynos 2600 di jajaran Galaxy S26. Meskipun Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih mendominasi model Ultra dan pasar tertentu seperti Amerika Serikat, Exynos 2600 berupaya menunjukkan peningkatan signifikan untuk meyakinkan konsumen global bahwa Samsung masih bisa bersaing dalam desain chip.

Peningkatan Performa Exynos 2600

Exynos 2600 menawarkan sejumlah peningkatan yang menarik, termasuk penggunaan inti Arm terbaru, C1-Ultra dan C1-Pro. Meski kecepatannya lebih lambat dibandingkan inti Oryon kustom dari Qualcomm, chip ini tetap menjanjikan performa yang kuat. GPU juga mendapat upgrade dengan Xclipse 960, yang memberikan peningkatan performa ray tracing hingga 50% serta teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Selain itu, NPU-nya mengalami lonjakan signifikan sebesar 113%, yang memungkinkan chip ini menjalankan model AI terbaru di perangkat.

Teknologi Pendinginan Baru

Salah satu inovasi baru yang diperkenalkan Samsung adalah Heat Path Block (HPB) pada Exynos 2600. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan transfer panas dengan menggunakan material High-k EMC, yang dapat mengurangi resistensi panas hingga 16%. Ini diharapkan membantu chip untuk mempertahankan performa di bawah beban berat. Meskipun terdengar menjanjikan, banyak yang bertanya-tanya seberapa efektif teknologi ini dalam meningkatkan performa di lapangan.

Perbandingan Performa: Exynos vs Snapdragon

Dalam uji CPU Geekbench 6, terlihat kelebihan dan kekurangan antara arsitektur Exynos dan Snapdragon. Inti CPU Oryon dari Qualcomm yang lebih besar dan berkecepatan lebih tinggi memberikan keunggulan signifikan dalam performa single-core. Snapdragon lebih cepat 16% dibanding Exynos di kategori ini, menunjukkan celah yang lebih besar dibandingkan dengan 7.5% pada generasi sebelumnya. Namun, untuk performa multi-core, yang lebih penting bagi aplikasi sehari-hari, kedua chip hampir setara dengan selisih hanya 1%, yang bisa dianggap sebagai margin kesalahan.

Pindah ke pengujian grafis, hasil 3DMark menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk Galaxy tetap unggul dalam rasterisasi mentah, dengan skor 25% lebih cepat dibandingkan Exynos 2600. Meskipun Exynos menunjukkan hasil yang baik dalam hal ketahanan dan pengurangan kehilangan frame rate selama pengujian berkepanjangan, ia masih harus menghadapi tantangan dalam performa grafis murni.

Uji stres 3DMark Solar Bay memberikan gambaran berbeda. Performa ray tracing dari GPU Xclipse 960 menunjukkan hasil yang hampir setara dengan Snapdragon, namun untuk rasterisasi standar, Exynos masih tertinggal. Keunggulan ini menjadi penting dalam konteks gaming dan emulator, di mana performa grafis yang solid sangat dibutuhkan.

Kesimpulan: Langkah Maju untuk Samsung

Meskipun Samsung telah mengambil langkah maju dengan Exynos 2600, masih ada beberapa kekhawatiran terkait suhu dan efisiensi daya. Kecepatan clock CPU yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor lain seperti MediaTek menunjukkan bahwa Samsung mungkin mengadopsi pendekatan yang lebih konservatif. Meskipun Exynos 2600 adalah chip yang mampu menangani beban kerja sehari-hari dengan baik, tampaknya masih perlu waktu bagi Samsung untuk sepenuhnya menyaingi Snapdragon dalam hal performa.

Samsung tampaknya akan terus mengandalkan Snapdragon untuk model premium Galaxy S26 Ultra, yang tetap menjadi chip mobile tercepat di pasaran. Namun, versi Exynos 2600 dari Galaxy S26 dan S26 Plus menawarkan performa yang memadai untuk konsumen global. Meskipun ada kemajuan yang terlihat, perlu beberapa generasi lagi bagi Exynos untuk sepenuhnya menggantikan Snapdragon.

Sumber: https://www.androidauthority.com/exynos-vs-snapdragon-galaxy-s26-benchmarks-3653459/

Baca Juga

AI
Advertisement