Sony baru-baru ini mengumumkan perubahan strategi yang menarik terkait pabrik penghasil cakram game PlayStation. Dengan mengucurkan dana sebesar USD 35 juta atau sekitar Rp 629 miliar, perusahaan ini berencana untuk mengubah fungsi pabrik tersebut di Thalgau, Austria.
Perubahan Strategi Produksi
Pabrik yang selama ini dikenal memproduksi cakram game, Blu-ray, dan compact disk (CD) ini, diperkirakan akan mengalami penurunan produksi seiring keputusan Sony untuk menghentikan produksi game fisik pada tahun 2028. Menurut laporan dari media Austria, ORF, karyawan di fasilitas Sony DADC telah diberitahu tentang rencana restrukturisasi yang akan dilakukan.
Dampak pada Karyawan
Bertentangan dengan kekhawatiran banyak pihak, CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, memastikan bahwa langkah ini tidak akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk saat ini. Menurut Tanzer, produk PlayStation menyumbang sekitar 50% dari total volume produksi pabrik, dan pesanan game baru menyumbang sekitar 20% dari jumlah tersebut.
Investasi untuk Masa Depan
Alih-alih memangkas jumlah karyawan, Sony memilih untuk berinvestasi dalam peralatan baru. Langkah ini bertujuan untuk mengalihkan fokus produksi dari cakram ke lensa mikro optik. Kepala Mikro Optik Sony DADC, Markus Streibl, menjelaskan bahwa teknologi mikrooptik memungkinkan miniaturisasi sistem dan elemen optik, yang berfungsi untuk memfokuskan dan mengarahkan cahaya dalam ruang yang sangat kecil.
Penerapan Teknologi Mikro Optik
Salah satu contoh penerapan teknologi ini adalah lampu sein mobil yang diproyeksikan ke aspal. Dengan melakukan investasi besar ini, Sony berencana untuk memulai produksi massal mikrolensa optik tahun depan. Karyawan kini akan dilatih ulang agar siap menghadapi transisi ini.
Dengan langkah proaktif ini, Sony menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengantisipasi perubahan dalam industri game.
Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8562615/alih-fungsikan-pabrik-cakram-playstation-sony-kucurkan-rp-629-m



