Advertisement
Beranda › Spotify Tambah Fitur Buku, Pengguna Musik Keluhkan Antarmuka yang Ramai

Spotify Tambah Fitur Buku, Pengguna Musik Keluhkan Antarmuka yang Ramai

2/9/2026

Spotify Tambah Fitur Penjualan Buku, Pengguna Mengeluh

Setelah lima tahun menjadi pengguna setia Spotify, seorang pelanggan memutuskan untuk mengakhiri langganannya. Keputusan ini diambil setelah Spotify mengumumkan penambahan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk membeli buku fisik melalui aplikasi mereka mulai musim semi ini. Kerja sama dengan Bookshop.org ini bertujuan untuk mengirimkan buku dari toko buku independen langsung ke pintu pengguna.

Di tengah pengumuman ini, Spotify juga memperkenalkan fitur baru bernama Page Match, yang memungkinkan pengguna untuk memindai buku yang sedang mereka baca menggunakan kamera ponsel untuk langsung melompat ke bagian audiobooks yang relevan, asalkan buku tersebut tersedia di perpustakaan Spotify.

Pengalaman Pengguna yang Terus Memenuhi Batas

Meskipun fitur baru ini terdengar menarik, pengguna yang sebagian besar menggunakan Spotify untuk streaming musik merasa bahwa antarmuka aplikasi kini semakin ramai. Penambahan fitur non-musik seperti buku dan podcast membuat pengguna merasa kesulitan untuk menemukan musik yang mereka inginkan. Ketika membuka aplikasi Spotify, mereka disambut dengan video autoplay dari podcast yang tidak pernah mereka dengarkan sebelumnya.

Dengan penambahan penjualan buku fisik, Spotify harus mencari cara untuk mengintegrasikan fitur ini ke dalam antarmuka yang sudah padat. Pengguna berharap fitur baru ini tidak mengganggu pengalaman mereka saat menggunakan aplikasi, terutama bagi mereka yang tidak tertarik dengan audiobooks atau podcast.

Harga Langganan yang Makin Melambung

Selain penambahan fitur, pengguna juga dihadapkan pada kenaikan harga langganan. Saat ini, biaya langganan Spotify Premium mencapai $13 per bulan, menjadikannya salah satu opsi streaming musik termahal. Bandingkan dengan Apple Music, YouTube Music Premium, dan Tidal yang masing-masing menawarkan langganan seharga $11 per bulan.

Meskipun Spotify menawarkan beberapa fitur baru seperti opsi audio lossless yang ditambahkan pada bulan September, pengguna merasa bahwa layanan yang lebih murah seperti Apple dan Tidal juga menawarkan streaming lossless, sehingga membuat Spotify tampak kurang menarik.

Waktu untuk Berpindah ke Layanan Musik Lain

Meskipun pengguna ini telah bertahan dengan Spotify karena kesulitan beralih ke platform lain dan koneksi dengan teman-teman yang juga menggunakan Spotify, kenaikan harga dan penambahan fitur yang tidak relevan membuatnya berpikir ulang. Dalam beberapa minggu terakhir, Spotify juga membuka studio podcast baru di Hollywood, yang semakin memperkuat kesan bahwa perusahaan lebih fokus pada diversifikasi daripada pengalaman mendengarkan musik penggunanya.

Kini, sang pengguna resmi mencari alternatif lain untuk layanan streaming musiknya. Setelah mendengar rekomendasi dari teman-teman yang juga merasa lelah dengan upaya diversifikasi Spotify, ia memutuskan untuk mencoba Apple Music selama dua bulan dan mulai membangun kembali koleksi musiknya di platform tersebut. Meskipun ia belum yakin akan bertahan dengan Apple Music, ia merasa bahwa waktu untuk meninggalkan Spotify sudah dekat.

Dengan kombinasi harga yang semakin tinggi dan fitur yang tidak relevan, tampaknya Spotify perlu mempertimbangkan kembali strategi mereka agar tetap dapat mempertahankan pengguna setianya. Apakah Anda juga merasakan hal yang sama? Atau mungkin Anda memiliki pengalaman berbeda dengan layanan ini?

Sumber: https://www.androidauthority.com/spotify-subscriber-leaving-price-hikes-selling-books-3638731/

Baca Juga

AI
Advertisement