Transformasi Handheld Android Menjadi Steam Deck
Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi Android seperti Winlator, GameHub, dan GameNative telah menjadi terobosan yang menarik bagi para gamer. Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan kita untuk memainkan game PC di perangkat Android secara lokal, bahkan GameHub dan GameNative mendukung koleksi game di Steam. Namun, Valve, perusahaan di balik Steam, membuat kejutan besar bulan ini dengan merilis klien Steam resmi untuk versi Linux berbasis Arm. Dengan ini, para pengguna Android handheld bisa merasakan pengalaman Steam yang lebih mendalam. Mari kita eksplorasi bagaimana cara mengubah handheld Android kita menjadi Steam Deck.
Pembaruan dari Valve: Klien Steam untuk Linux Arm
Pembaruan ini menunjukkan bahwa Valve berusaha mengintegrasikan pengalaman gaming di perangkat mobile dengan lebih baik. Klien Steam baru ini hadir bersamaan dengan headset Steam Frame yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Gen 3, yang merupakan teknologi yang banyak digunakan dalam smartphone. Hal ini menunjukkan bahwa Valve ingin platform SteamOS berbasis Linux dapat berjalan langsung di perangkat mobile. Dengan dirilisnya klien Steam untuk Linux Arm, ini menjadi langkah penting menuju pengalaman gaming yang lebih menyatu di perangkat portabel.
Menginstal Linux di AYN Odin 2 Portal
Langkah pertama untuk mengubah handheld Android Anda menjadi Steam Deck adalah menginstal distribusi Linux, seperti Rocknix. Proses ini tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan dengan menggunakan kartu microSD. Anda tidak perlu khawatir merusak instalasi Android Anda karena Rocknix dapat diinstal di kartu microSD. Setelah mempersiapkan kartu microSD yang dapat di-boot, langkah berikutnya adalah mengatur perangkat Android Anda agar dapat membaca sistem operasi dari kartu microSD tersebut.
Setelah langkah-langkah tersebut selesai, Anda akan disambut oleh antarmuka Rocknix yang intuitif. Distribusi Linux ini memiliki EmulationStation sebagai antarmuka utamanya, yang memudahkan navigasi. Anda juga perlu mengaktifkan Wi-Fi untuk mendownload aplikasi dan game. Setelah itu, Anda bisa mengunduh versi Arm Linux dari Steam melalui menu Tools di Rocknix. Begitu Steam terpasang, Anda akan merasakan antarmuka yang mirip dengan mode Big Picture di Steam Deck.
Pengalaman Bermain di Steam pada Handheld Android
Meskipun pengalaman menggunakan Steam di Android handheld tidak sehalus di Steam Deck, ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan. Misalnya, waktu yang dibutuhkan untuk meluncurkan klien Steam membutuhkan hampir dua menit, dan beberapa game juga memerlukan waktu lama untuk mulai. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa semua sistem operasi dan aplikasi dijalankan dari kartu microSD. Meskipun ada beberapa keterbatasan, seperti tidak adanya mode tidur yang benar, tetapi ini tetap merupakan kemajuan yang mengesankan.
Beberapa game ringan seperti New Star GP, Guns, Gore, dan Cannoli 2, serta Geometry Wars 3 berjalan dengan cukup lancar di perangkat ini. Meskipun ada sedikit masalah dengan judder pada game yang lebih kompleks, seperti Earth Defense Force 4.1, secara keseluruhan, pengalaman bermain cukup baik. Namun, beberapa game seperti Portal dan Skyrim tidak dapat dijalankan sama sekali, yang bisa menjadi kekecewaan bagi para penggemar genre action/adventure.
Perbandingan dengan Aplikasi Game Lain
Selain Steam, aplikasi lain seperti GameNative juga menawarkan solusi untuk bermain game PC di perangkat Android. Meskipun saat ini versi Proton 11 belum tersedia di GameNative, banyak game seperti Geometry Wars 3 dan Tetris Effect tetap dapat dimainkan dengan lancar. Perbedaan utama antara Steam dan GameNative terletak pada kemudahan akses ke pengaturan dan fitur yang ditawarkan. GameNative memberikan akses lebih mudah untuk mengganti pengaturan, sementara klien Steam mungkin lebih terbatas dalam hal ini.
Secara keseluruhan, meski Rocknix adalah proyek komunitas yang tidak didukung oleh perusahaan besar, keberadaannya sangat berarti bagi para gamer yang ingin mengoptimalkan perangkat Android mereka untuk pengalaman gaming yang lebih baik. Meskipun ada beberapa kendala, seperti performa yang tidak sehalus di platform resmi, tetap ada daya tarik tersendiri untuk menjalankan versi resmi Steam di perangkat Android.
Walaupun pengalaman ini mungkin tidak cocok untuk semua gamer, perkembangan Steam di platform Linux patut diacungi jempol, dan kita bisa berharap akan ada peningkatan di masa mendatang. Dengan semua kemajuan ini, siapa yang tahu apa yang akan dihadirkan oleh Valve selanjutnya?
Sumber: https://www.androidauthority.com/valve-turn-android-handheld-into-steam-deck-3660739/




