Beranda › Transformasi Smartphone Bekas Menjadi Robot Berkaki Inovatif

Transformasi Smartphone Bekas Menjadi Robot Berkaki Inovatif

10/13/2026
Transformasi Smartphone Bekas Menjadi Robot Berkaki Inovatif

Dalam era teknologi yang terus berkembang, smartphone bekas sering kali menjadi barang yang terlupakan. Namun, peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) telah berhasil menemukan cara inovatif untuk memanfaatkan perangkat lama ini. Mereka berhasil menyulap smartphone Android yang tidak terpakai menjadi otak dari robot berkaki dua yang diberi nama PhoneBot.

Inovasi PhoneBot

PhoneBot merupakan sebuah robot yang dirancang untuk berjalan mengikuti manusia dan bahkan dapat bangkit sendiri setelah terjatuh. Dengan tinggi sekitar 48 cm dan bobot 1,8 kg, robot ini menggunakan smartphone sebagai otak pengendali gerakannya.

Teknologi di Balik PhoneBot

Robot ini memanfaatkan kamera smartphone untuk mengenali lingkungan dan melacak pergerakan manusia. Sensor gerak yang terintegrasi membantu robot mengetahui posisi serta orientasi tubuhnya. Prosesor di dalam smartphone menjalankan perangkat lunak yang mengatur gerakan robot, yang kemudian mengirimkan perintah melalui Wi-Fi ke komputer kecil di dalam tubuh robot. Komputer ini bertugas meneruskan perintah ke motor penggerak.

Komponen dan Biaya Pembuatan

PhoneBot dilengkapi dengan 13 motor, di mana setiap kaki memiliki enam motor dan satu motor untuk memutar bagian tubuhnya. Menariknya, biaya perangkat keras robot ini diperkirakan hanya sekitar USD 400 atau sekitar Rp 6,7 juta, belum termasuk harga smartphone yang digunakan.

Pengujian dengan Berbagai Smartphone

Dalam pengembangannya, tim peneliti menguji PhoneBot dengan empat model smartphone Android yang berbeda, yaitu Honor 9 (2017), Moto G 2024, Moto G 2025, dan Samsung Galaxy A16 5G. Semua perangkat tersebut berhasil menjalankan fungsi utama robot, meskipun Honor 9 mengalami keterbatasan dalam fitur pemetaan karena tidak adanya layanan Google yang dibutuhkan.

Demonstrasi kemampuan PhoneBot menunjukkan bahwa robot ini dapat berjalan dengan dua kaki, mengikuti pergerakan orang, dan bangkit kembali dari posisi tengkurap. Namun, masih ada batasan dalam kemampuan geraknya, karena saat ini PhoneBot hanya dapat berjalan di permukaan datar dan belum dilengkapi dengan lengan untuk manipulasi objek.

Ke depannya, peneliti berencana untuk mengembangkan kemampuan robot ini agar dapat berjalan di permukaan yang tidak rata serta menambahkan lengan ringan untuk meningkatkan fungsionalitasnya. PhoneBot dikembangkan sebagai platform open-source, yang berarti siapapun dapat mempelajari dan memodifikasinya. Harapan dari proyek ini adalah untuk memberikan akses yang lebih terjangkau dalam penelitian robotika bagi mahasiswa, pengajar, dan peneliti tanpa perlu berinvestasi pada sistem robot yang mahal.

Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8702528/smartphone-bekas-disulap-jadi-robot-berkaki-begini-wujudnya

Baca Juga

Iklan