Beranda › Inovasi Kamera Bawah Layar di iPhone dan Samsung

Inovasi Kamera Bawah Layar di iPhone dan Samsung

9/14/2026
Inovasi Kamera Bawah Layar di iPhone dan Samsung

Apple baru saja memperkenalkan fitur baru pada iPhone Duo, yaitu kamera depan yang ditempatkan di bawah layar. Teknologi ini memberikan pengalaman layar yang lebih mulus tanpa gangguan dari lubang kamera. Namun, perlu dicatat bahwa inovasi ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam dunia smartphone.

Sejarah Kamera Bawah Layar

Pionir dalam penggunaan kamera di bawah layar adalah ZTE, yang meluncurkan Axon 20 5G pada tahun 2020. ZTE mengklaim perangkat tersebut sebagai smartphone komersial pertama yang menggunakan teknologi ini, yang dikenal dengan istilah under-display camera (UDC).

Samsung dan Teknologi Serupa

Sementara itu, Samsung juga telah menerapkan teknologi serupa dalam lini ponsel lipatnya. Galaxy Z Fold3 yang dirilis pada 2021 menjadi perangkat pertama yang menggunakan kamera bawah layar. Sejak saat itu, Samsung mempertahankan teknologi ini hingga Galaxy Z Fold6.

Keputusan Samsung untuk Kembali ke Kamera Konvensional

Menariknya, dalam peluncuran Galaxy Z Fold7, Samsung memutuskan untuk kembali menggunakan kamera depan konvensional. Ilham Indrawan, Senior Manager Pemasaran Produk di Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada kualitas kamera dan desain yang lebih tipis.

Ilham menyatakan, "Kami lebih memprioritaskan kualitas kamera yang lebih baik. Penggunaan UDC memerlukan lapisan layar tambahan, sehingga desain bisa lebih tebal. Fokus kami adalah untuk membuat Fold selalu semakin tipis."

Kualitas Kamera dan Performa

Ilham juga menekankan bahwa kamera konvensional memungkinkan penggunaan sensor yang lebih besar, yang sangat penting untuk panggilan video. "Sensor kamera biasa lebih lebar dibanding sensor UDC sehingga membuatnya lebih baik untuk kebutuhan video call," jelasnya.

Galaxy Z Fold3, sebagai produk pertama yang menggunakan teknologi UDC, memiliki kamera dengan resolusi 4 MP dan aperture f/1.8. Teknologi ini dilanjutkan pada Galaxy Z Fold4 dan Galaxy Z Fold5, yang tetap menggunakan pendekatan serupa. Namun, Samsung mengakui bahwa kualitas gambar dari kamera bawah layar dapat lebih rendah dibandingkan dengan kamera lain.

Bagi pengguna yang menginginkan hasil selfie yang lebih jelas, Samsung menyarankan untuk menggunakan kamera di cover screen atau kamera belakang. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi baru menarik, ada beberapa kompromi yang harus dipertimbangkan.

Dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan oleh Apple dan Samsung, masa depan smartphone semakin menarik untuk diikuti. Kita akan melihat bagaimana kedua perusahaan ini akan bersaing dalam menyediakan teknologi terbaik untuk pengguna.

Sumber: https://inet.detik.com/consumer/d-8660972/iphone-duo-pakai-kamera-bawah-layar-samsung-sudah-coba-sejak-fold3

Baca Juga

Iklan