Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedKaleidoskop Gadget 2025: Persaingan Sengit, Kembalinya Merek Lama, dan Dominasi AI

Kaleidoskop Gadget 2025: Persaingan Sengit, Kembalinya Merek Lama, dan Dominasi AI

Tren Pasar Smartphone Indonesia 2025: Premium, AI, dan Kembalinya Merek Lama

Pasar smartphone di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan perubahan signifikan dengan hadirnya berbagai inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang lebih terarah. Sepanjang tahun ini, pasar dipenuhi oleh deretan perangkat premium dari berbagai produsen global, sementara kecerdasan buatan (AI) menjadi fitur utama yang dikembangkan untuk memberikan nilai tambah yang lebih nyata bagi pengguna.

Deretan Ponsel Flagship Mengguncang Pasar

Tahun 2025 menjadi momen penting bagi para vendor global dalam memperkenalkan produk flagship mereka. Samsung membuka awal tahun dengan meluncurkan Galaxy S25 Series pada Januari 2025. Seri ini dilengkapi dengan prosesor Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang dikustomisasi, sehingga mampu melakukan pemrosesan AI langsung di perangkat. Selain itu, Galaxy S25 juga menghadirkan peningkatan kamera yang mencakup sensor ultrawide 50 MP serta kemampuan gaming berbasis ray tracing.

Xiaomi menyusul dengan peluncuran Xiaomi 15 Series pada Maret 2025. Perangkat ini hadir dengan desain yang lebih solid dan layar berbezel sangat tipis. Kolaborasi dengan Leica tetap menjadi ciri khas, dengan sistem kamera tiga lensa 50 MP yang dirancang untuk fotografi dan videografi profesional. Xiaomi juga mengoptimalkan performa melalui Snapdragon 8 Elite, baterai besar, dan fitur AI fotografi yang lebih presisi.

Realme turut meramaikan pasar dengan meluncurkan realme GT 7 Series sebagai “flagship killer”. Mengandalkan chipset MediaTek kelas atas, sistem pendingin berbasis graphene, dan baterai jumbo 7.000 mAh, realme menargetkan pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harga yang terlalu mahal. Selain itu, realme GT 7 Dream Edition hasil kolaborasi dengan Aston Martin Formula Oneâ„¢ Team menjadi salah satu andalan dalam membangun citra premium.

Apple juga memperkenalkan iPhone 17 Series secara global pada September 2025. Empat model dalam seri ini, yaitu iPhone 17, 17 Air, 17 Pro, dan 17 Pro Max, mengusung chip A19 dan A19 Pro, serta peningkatan kamera berbasis komputasi AI. Sementara itu, Huawei meluncurkan Pura 80 Series pada September 2025, dengan fokus pada inovasi kamera seperti sensor 1 inci dan teknologi Ultra Chroma.

Merek Lama Kembali Hadir di Pasar Indonesia

Selain flagship baru, 2025 juga menjadi tahun kembalinya sejumlah merek yang sempat absen dari pasar Indonesia. Motorola resmi kembali setelah hengkang sejak 2017, membawa lini Moto G dan Moto Edge dengan strategi Android murni dan harga kompetitif. Nubia, sub-merek ZTE, kembali memperkuat eksistensinya di segmen gaming smartphone dengan desain agresif dan sistem pendingin canggih.

Honor juga menandai comeback besar pada awal 2025 dengan meluncurkan berbagai perangkat, mulai dari ponsel lipat Honor Magic V3 hingga tablet, laptop, dan wearable. Di paruh kedua tahun, Honor meluncurkan lini tablet Honor Pad yang menyasar segmen entry-level hingga premium. Strategi ini menunjukkan upaya Honor dalam membangun ekosistem perangkat yang lebih luas, dengan AI sebagai benang merah di seluruh lini produknya.

Adopsi Smartphone 5G Masih Lambat

Meskipun banyak perangkat baru yang diluncurkan, adopsi smartphone 5G di Indonesia masih menunjukkan stagnasi. Data Counterpoint Research mencatat bahwa pada kuartal III/2025, perangkat 5G hanya menyumbang sekitar 35% dari total pengapalan, yang tidak berubah dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tahunan pun terbatas, hanya naik tipis sekitar 4%.

Pertumbuhan pasar smartphone nasional secara keseluruhan didorong oleh segmen entry-level, dengan pengapalan ponsel di bawah US$150 melonjak signifikan dan mendominasi lebih dari separuh pasar. Sebaliknya, segmen menengah hingga premium mengalami koreksi.

Menurut Aryo Meidianto Aji, Senior Consultant dan Analis Pasar Smartphone SEQARA Communications, stagnasi 5G bukan disebabkan oleh keterbatasan perangkat, melainkan kualitas dan pemerataan jaringan. Cakupan 5G yang belum konsisten membuat fitur tersebut belum memberikan nilai tambah nyata bagi konsumen. Dalam keseharian, aplikasi populer masih berjalan lancar di jaringan 4G, sehingga konsumen lebih memprioritaskan harga, daya tahan baterai, dan durabilitas perangkat.

Fitur AI Jadi Senjata Utama Vendor

Jika 5G belum menjadi magnet utama, kecerdasan buatan justru menjelma sebagai senjata paling agresif sepanjang 2025. Hampir seluruh vendor menjadikan AI sebagai diferensiasi utama, bukan sekadar pelengkap. Samsung memperluas Galaxy AI untuk fotografi, penerjemahan real-time, hingga produktivitas. Apple meningkatkan pemrosesan AI on-device untuk personalisasi sistem dan pengolahan gambar. Xiaomi, Honor, dan Huawei memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan kamera, efisiensi baterai, hingga performa keseluruhan perangkat.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular