Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedKata IBM: Pertumbuhan Adopsi AI di Indonesia

Kata IBM: Pertumbuhan Adopsi AI di Indonesia

Tren Adopsi AI di Sektor Manufaktur Indonesia

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor manufaktur Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dalam tiga hingga lima tahun terakhir. Meski begitu, banyak perusahaan masih berada di tahap awal dalam mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam operasional bisnis mereka.

Menurut Catherine Lian, General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, sebuah studi yang dilakukan oleh IBM dengan judul “Unlocking Indonesia’s Economic Potential for Future Prosperity” menemukan bahwa 77 persen pemimpin bisnis di Indonesia melihat AI dan transformasi digital sebagai peluang utama untuk pertumbuhan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan manufaktur telah melewati fase eksperimen awal dan mulai menjalankan proyek percontohan AI. Namun, hanya sedikit dari mereka yang berhasil mencapai integrasi penuh atau memasukkan AI ke dalam strategi inti bisnis mereka.

Investasi pada Perangkat Digital dan Kebutuhan Fondasi AI yang Kuat

Riset lain yang dilakukan oleh IBM menunjukkan bahwa banyak perusahaan manufaktur serta sektor energi dan utilitas di kawasan Asia Pasifik telah melakukan investasi dalam perangkat digital, terutama di bidang desain dan rantai pasok. Namun, mereka masih membutuhkan fondasi digital yang lebih kuat berbasis AI agar dapat menciptakan nilai optimal.

Catherine menyatakan bahwa wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berada di garis depan transformasi Industri 4.0 yang didorong oleh AI. Di Indonesia, adopsi AI semakin bersifat strategis seiring munculnya inisiatif nasional seperti roadmap Making Indonesia 4.0, peluncuran AI Center of Excellence, serta Roadmap AI Nasional yang akan datang.

Tingkat Kematangan AI di Asia Pasifik

Laporan “APAC AI-Driven Industry 4.0” mencatat bahwa hanya 11 persen organisasi manufaktur di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang berada pada tingkat kematangan AI yang lebih tinggi. Meskipun demikian, 85 persen dari mereka mengklaim telah menjadi organisasi berbasis data atau AI-first. Kesenjangan ini berpotensi menghambat proses transformasi jika investasi tidak sejalan dengan tingkat kesiapan aktual.

Hambatan dalam Integrasi AI

Catherine mengidentifikasi beberapa hambatan utama dalam pengadopsian AI. Hal-hal tersebut antara lain ketidaksesuaian strategi Industri 4.0, keterbatasan pengembangan sumber daya manusia, serta eksekusi AI yang masih terpisah antar departemen. Selain itu, modernisasi sistem inti dinilai masih lamban, ditandai dengan rendahnya adopsi pemeliharaan prediktif dan visibilitas rantai pasok secara real-time.

Peran Indonesia dalam Lanskap Manufaktur Berbasis AI

Indonesia dinilai sebagai salah satu pemain kunci dalam lanskap manufaktur berbasis AI di Asia Tenggara. Studi IBM-KORIKA pada 2024 menunjukkan bahwa 62 persen organisasi di Indonesia sedang menjalankan proyek percontohan AI. Korporasi-korporasi tersebut fokus pada manajemen inventori, peramalan permintaan, dan pemrosesan data di sektor manufaktur.

Upaya-upaya ini menunjukkan bahwa Indonesia siap meningkatkan adopsi AI dan memperkuat daya saingnya di panggung manufaktur global. Dengan inisiatif-inisiatif nasional dan investasi yang terus berkembang, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan AI di kawasan Asia Tenggara.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular