Dyrroth dikenal sebagai Fighter dengan damage tinggi yang biasanya berfokus untuk menghabisi musuh secara cepat. Namun, pendekatan baru yang diperkenalkan oleh EXP Laner EVOS, Rendyy, memberikan perspektif berbeda dalam bermain Dyrroth. Alih-alih membangun item untuk damage maksimal ala Assassin, Rendyy memilih untuk mengubah Dyrroth menjadi karakter yang lebih tangguh, dengan kemampuan bertahan yang lebih baik dan berfungsi sebagai benteng di garis depan (frontline).
Pergeseran Strategi Dyrroth
Dengan pendekatan ini, prioritas bermain Dyrroth berubah. Ia tidak lagi hanya berperan sebagai eksekutor di belakang, tetapi kini bertugas untuk masuk lebih dulu ke dalam pertarungan. Tugas utamanya adalah menyerap serangan lawan, merusak formasi tim musuh, dan memudahkan rekan satu tim untuk melakukan pembersihan (sweeping).
Durabilitas Tinggi dalam Pertarungan
Gaya bermain ini sangat bergantung pada ketahanan yang tinggi dalam pertarungan berdurasi panjang (extended teamfight). Berikut adalah racikan item yang direkomendasikan oleh Rendyy:
- Dominance Ice: Mengurangi damage yang diterima dari lawan.
- Chastise Pauldron: Menambah ketahanan dari serangan musuh.
- Radiant Armor: Memberikan perlindungan yang lebih terhadap serangan magic.
- Oracle: Memaksimalkan efek pemulihan HP (sustain) saat Dyrroth melakukan basic attack atau skill.
Talent dan Battle Spell yang Direkomendasikan
Untuk mendukung item pertahanan tersebut, Rendyy menggunakan susunan talent Emblem Custom Fighter dengan rincian sebagai berikut:
- Talent 1: Vitality (Tambahan HP)
- Talent 2: Festival of Blood (Tambahan Spell Vamp)
- Talent 3: Brave Smite (Pemulihan HP saat memberikan damage skill)
Untuk Battle Spell, pilihan jatuh pada Flicker. Spell ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi Dyrroth untuk melakukan ambush, mengejar target yang melarikan diri, atau meloloskan diri setelah menyerap damage dari musuh.
Memainkan Dyrroth dengan Efektif
Kunci untuk memainkan build ini adalah menghilangkan obsesi akan akumulasi kill. Dyrroth harus berperan sebagai pengganggu (disrupter) sekaligus penyerap resource lawan. Kombinasi skill yang efektif adalah dengan menggunakan Skill 2 untuk mendekati musuh, dilanjutkan dengan Skill 1 dan Basic Attack, lalu diakhiri dengan Ultimate ketika HP lawan sudah menipis. Dalam situasi pertempuran berkelanjutan, Dyrroth juga dapat melakukan peel untuk melindungi Marksman atau Mage dari serangan Assassin musuh.
Peringatan untuk Pemain Solo Queue
Penting untuk dicatat bahwa build Fighter sustain ini tidak disarankan untuk pemain Solo Queue di mode Ranked. Dalam permainan solo, damage yang rendah dapat menyulitkan untuk membawa tim jika dalam posisi tertinggal. Disarankan untuk menggunakan build ini hanya saat bermain dalam tim penuh (premade) atau di turnamen kompetitif dengan komunikasi yang jelas.
Sumber: https://www.esports.id/read/meta-mpl-guide-dyrroth-ala-evos-rendyy-jadi-frontliner-mematikan-19289



