Beranda › Singapura Luncurkan Data Center AI dengan Sel Otak Manusia

Singapura Luncurkan Data Center AI dengan Sel Otak Manusia

8/23/2026
Singapura Luncurkan Data Center AI dengan Sel Otak Manusia

Singapura kembali menunjukkan inovasinya di bidang teknologi dengan meluncurkan pusat data biologis yang pertama di dunia. Yang membedakan fasilitas ini adalah penggunaan sel otak manusia sebagai bagian dari sistem komputasi untuk kecerdasan buatan (AI).

Pusat Data Biologis yang Unik

Pusat data ini tidak seperti pusat data konvensional yang biasanya mengandalkan chip silikon. Sebaliknya, fasilitas ini memanfaatkan neuron manusia yang ditumbuhkan dari sel punca (stem cell). Neuron ini dapat memproses informasi dengan cara yang berbeda dan lebih efisien, menawarkan potensi baru dalam pengembangan teknologi AI.

Kolaborasi Antara Institusi dan Perusahaan

Prototipe ini merupakan hasil kolaborasi antara National University of Singapore (NUS) dan Yong Loo Lin School of Medicine. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan perusahaan pusat data lokal, DayOne, dan startup dari Melbourne, Australia, yaitu Cortical Labs. Kerjasama ini menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berpotensi untuk berkembang menjadi pusat data biologis berskala besar di masa depan.

Teknologi di Balik Data Center

Dalam pengoperasiannya, pusat data biologis ini menggunakan 20 unit perangkat CL1 yang diproduksi oleh Cortical Labs. Setiap unit CL1 berisi sel-sel otak manusia yang telah dikembangkan di laboratorium. Neuron-neuron tersebut dapat berinteraksi dengan sistem komputer melalui metode yang disebut Microelectrode Array (MEA).

Integrasi dalam Sistem Komputasi

Melalui MEA, sistem komputer dapat mengirimkan rangsangan listrik ke neuron dan membaca aktivitas listrik yang dihasilkan. Aktivitas ini menjadi bagian dari proses komputasi yang lebih kompleks. Seluruh unit CL1 ini disusun dalam satu rak server biologis, yang memungkinkan pengoperasian dan pemantauan secara real-time.

NUS menyebut teknologi ini sebagai contoh penggunaan wetware dalam komputasi. Wetware mencakup komponen biologis hidup yang berfungsi dalam sistem komputasi, melengkapi hardware dan software yang sudah ada.

Inisiatif ini tidak hanya menandai kemajuan teknologi di Singapura, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut di bidang bioteknologi dan AI. Dengan potensi yang dimiliki, pusat data biologis ini bisa menjadi langkah awal menuju masa depan di mana komputasi biologis dan kecerdasan buatan saling berintegrasi lebih dalam.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/08/22/19030017/singapura-buka-data-center-ai-pertama-pakai-sel-otak-manusia

Baca Juga

Iklan