Sejak lama, saya adalah pengguna setia Spotify. Aplikasi ini menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang menyenangkan di platform Android dan iOS dengan beragam fitur menarik. Namun, setelah mengalami beberapa perubahan, saya mulai mempertimbangkan untuk beralih ke YouTube Music. Berikut adalah alasan-alasan yang membuat saya berpikir dua kali untuk kembali ke Spotify.
Pengalaman yang Menyebalkan dengan Spotify
Saya sudah berlangganan Spotify selama bertahun-tahun, menikmati fitur-fitur seperti Jam dan Spotify Connect yang membuat mendengarkan musik menjadi lebih nyaman. Namun, pada November 2025, Spotify menghapus paket Premium Duo di India. Meskipun saya masih bisa menggunakan paket tersebut, suatu pagi di bulan Juli, saya menerima email yang menyatakan bahwa paket saya dibatalkan karena masalah dengan metode pembayaran saya. Hal ini membuat saya merasa frustrasi dan berpikir bahwa Spotify ingin memaksa saya untuk beralih ke paket yang lebih mahal.
Mencoba YouTube Music
Setelah merasa kecewa, saya memutuskan untuk mencoba YouTube Music. Dengan YouTube Premium yang menawarkan percobaan gratis selama tiga bulan termasuk YouTube Music Premium, saya merasa tidak ada salahnya untuk mencoba. Dalam beberapa minggu ini, saya menemukan banyak hal menarik di YouTube Music.
Keunggulan YouTube Music
Salah satu fitur yang saya suka adalah bagian ‘mood’ di halaman utama. Fitur ini memungkinkan saya untuk memilih musik berdasarkan suasana hati saya, apakah saya berada di gym, commuting, atau bersantai di rumah. Cukup dengan mengetuk gelembung suasana, saya dapat menemukan lagu-lagu yang sesuai dengan kegiatan saya.
Selain itu, tab Samples memungkinkan saya untuk menggulir melalui cuplikan lagu, yang sangat membantu saat ingin menemukan musik baru. Saya juga senang dengan kemampuan untuk membagikan lagu dari titik waktu tertentu, sesuatu yang tidak bisa saya lakukan di Spotify.
Harga dan Nilai Tambah YouTube Premium
Di Amerika Serikat, hampir semua paket YouTube Music lebih murah dibandingkan dengan Spotify. Paket YouTube Premium yang mencakup video tanpa iklan juga hanya sedikit lebih mahal. Ini adalah nilai tambah yang besar, terutama bagi pengguna yang sering menonton konten di YouTube. Saya menemukan bahwa setelah mencoba layanan tanpa iklan, saya tidak ingin kembali ke pengalaman dengan iklan lagi.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meskipun saya menikmati YouTube Music, ada beberapa fitur yang hilang yang membuat saya rindu dengan Spotify. Salah satunya adalah kemampuan untuk mengalirkan musik langsung ke speaker Amazon dan Sonos. Saya juga merindukan fitur Jam yang memungkinkan pengguna lain untuk menambahkan lagu ke daftar putar bersama. Meskipun ini bukan masalah besar untuk saya, tetap saja saya berharap YouTube Music dapat meningkatkan fungsionalitasnya.
Secara keseluruhan, saya belum memutuskan apakah akan terus menggunakan YouTube Music setelah masa percobaan berakhir. Kualitas audio Spotify memang lebih tinggi, tetapi untuk penggunaan kasual, saya merasa YouTube Music sudah lebih dari cukup. Namun, Google perlu melakukan beberapa perbaikan jika ingin bersaing dengan Spotify, terutama dalam hal segmentasi podcast dan kualitas audio.
Dengan berbagai pertimbangan ini, satu hal yang pasti adalah saya tidak akan melepaskan YouTube Premium, terlepas dari keputusan saya mengenai YouTube Music.
Sumber: https://www.androidauthority.com/switch-youtube-music-spotify-reasons-not-going-back-3700886/


