Beranda › Kenaikan Harga Memori Tertekan Pasar Smartphone Murah 2026

Kenaikan Harga Memori Tertekan Pasar Smartphone Murah 2026

7/14/2026
Kenaikan Harga Memori Tertekan Pasar Smartphone Murah 2026

Peningkatan Harga Memori Menjadi Ancaman

Kenaikan harga chip memori DRAM dan NAND diperkirakan akan semakin memberikan tekanan pada pasar smartphone murah sepanjang tahun 2026. Para produsen kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan harga jual perangkat mereka, yang membuat mereka mulai mengalihkan fokus dari segmen ini.

Penurunan Pengiriman Smartphone Murah

Firma riset pasar Omdia memperkirakan bahwa jumlah pengiriman smartphone dengan harga di bawah 400 dollar AS (sekitar Rp 7,1 juta) akan mengalami penurunan lebih dari 22 persen secara global pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan harga memori menjadi faktor utama yang menyebabkan biaya produksi smartphone semakin meningkat, terutama pada perangkat kelas bawah.

Strategi Produsen dan Dampaknya

Menurut Zaker Li, analis dari Omdia, tekanan pada segmen smartphone murah diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa kuartal mendatang. Beberapa produsen seperti Transsion, Oppo, Vivo, Honor, dan Xiaomi mulai menaikkan harga beberapa produk mereka untuk menjaga margin keuntungan. Namun, strategi ini berisiko merugikan permintaan, mengingat konsumen di segmen smartphone murah biasanya lebih sensitif terhadap kenaikan harga.

Perubahan Struktur Biaya Produksi

Omdia mencatat bahwa lonjakan harga DRAM dan NAND telah mengubah struktur biaya produksi smartphone secara signifikan. Pada kuartal I-2026, biaya memori menyumbang sekitar 59 persen dari total biaya produksi smartphone dengan harga di bawah 400 dollar AS. Sementara itu, pada perangkat yang lebih murah, yakni di bawah 99 dollar AS, kontribusi biaya memori bahkan mencapai 64 persen.

Di sisi lain, meskipun dampak kenaikan biaya juga dirasakan di segmen premium, efeknya lebih terasa di segmen entry-level. Di sini, ruang untuk memangkas biaya komponen lain semakin terbatas, sehingga vendor harus lebih kreatif dalam mengatur biaya produksi. Misalnya, mereka mencoba menghemat komponen seperti panel layar, sensor kamera, hingga modul frekuensi radio (RF).

Secara keseluruhan, Omdia memperkirakan bahwa pasar smartphone global akan menyusut sekitar 12 persen pada tahun 2026. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh melemahnya permintaan di segmen smartphone dengan harga di bawah 400 dollar AS. Sebaliknya, pengiriman smartphone dengan harga di atas 400 dollar AS diproyeksikan masih tumbuh sekitar 5,7 persen.

Dengan adanya pergeseran strategi ini, produsen kini lebih fokus untuk mengembangkan smartphone kelas menengah dan premium, di mana konsumen di segmen tersebut dinilai lebih mampu menghadapi kenaikan harga.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/14/19020007/harga-memori-makin-mahal-segmen-hp-ini-kian-tertekan

Baca Juga

Advertisement