Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedSingapura Jadi Pusat Ekspansi AI Meta, Zuckerberg Percepat Ambisi Superinteligensia

Singapura Jadi Pusat Ekspansi AI Meta, Zuckerberg Percepat Ambisi Superinteligensia

Meta Memperluas Kehadiran di Singapura sebagai Pusat Pengembangan Kecerdasan Buatan

Meta Platforms, perusahaan teknologi global yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa Singapura akan menjadi pusat utama dalam ekspansi pengembangan kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut. Langkah ini menandai pergeseran strategis dari pendekatan berbasis Amerika Serikat menuju model yang lebih global dan terdesentralisasi.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, yang menyatakan bahwa perusahaan sedang memperkuat kehadiran risetnya di Asia Tenggara. Ia menjelaskan bahwa Superintelligence Lab, unit khusus yang bertugas mengembangkan sistem AI generasi berikutnya, telah membuka lowongan kerja di Singapura. Saat ini, Meta memiliki sejumlah peneliti dan insinyur berkualitas tinggi di sana, termasuk tim Manus yang terdiri sekitar 100 orang. Perusahaan juga mengajak para kandidat potensial untuk melamar secara langsung.

Singapura dipilih sebagai lokasi baru karena posisi negara tersebut sebagai pusat inovasi teknologi di Asia. Negara ini dikenal memiliki regulasi yang stabil, investasi riset yang kuat, serta ekosistem talenta internasional yang matang. Dalam beberapa tahun terakhir, Singapura menjadi tujuan utama bagi perusahaan teknologi global untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan.

Ekspansi ini semakin diperkuat dengan akuisisi startup AI berbasis Singapura, Manus AI, yang kini resmi bergabung ke dalam Superintelligence Lab Meta. Perusahaan rintisan ini dikenal mengembangkan sistem AI berbasis agen, yang mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri, termasuk pengembangan perangkat lunak dan analisis data tingkat lanjut. Nilai akuisisi diperkirakan mencapai kisaran USD 2 miliar hingga USD 3 miliar, atau sekitar Rp 33,36 triliun hingga Rp 50,04 triliun.

CEO Manus AI, Xiao Hong, menyambut langkah ini dengan optimisme. Ia menyatakan bahwa bergabung dengan Meta memberi fondasi yang lebih kuat untuk berkembang tanpa mengubah cara kerja atau prinsip pengambilan keputusan yang selama ini dipegang.

Di sisi lain, ekspansi global Meta dilakukan bersamaan dengan penataan ulang internal perusahaan. Sekitar 600 karyawan di lini AI dilaporkan menerima status non-working notice. Wang menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menyederhanakan struktur organisasi dan mengurangi tumpang tindih peran. Fokusnya adalah memastikan tim yang tersisa dapat bekerja lebih efektif dan cepat.

Superintelligence Lab sendiri dibentuk pada 2025 dan dipimpin langsung oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI. Perekrutan Wang ke Meta dilaporkan melibatkan nilai hampir USD 14,3 miliar, menegaskan besarnya taruhan Meta dalam persaingan kecerdasan buatan global.

Sejumlah analis menilai ekspansi Meta ke Singapura sebagai respons langsung terhadap meningkatnya persaingan dengan pemain utama AI dunia seperti Google dan OpenAI. Dengan perekrutan global, akuisisi strategis, dan penajaman fokus internal, Meta berupaya mengamankan posisi kunci dalam perlombaan teknologi yang akan menentukan lanskap industri digital dunia.

Melalui langkah ini, Singapura tidak hanya menjadi lokasi perekrutan, tetapi juga bagian dari strategi geopolitik teknologi Meta. Perusahaan menegaskan bahwa masa depan kecerdasan buatan tidak lagi terpusat di Silicon Valley, melainkan dibentuk melalui jaringan inovasi global yang saling terhubung.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular