Jakarta, 8 Juli 2026 – Sebuah laporan bersejarah berjudul "IWG: 300 Years of Office Innovation" menyoroti kecerdasan buatan (AI) sebagai inovasi terpenting dalam evolusi dunia perkantoran selama tiga abad terakhir. Laporan ini dibuat untuk memperingati 300 tahun sejak berdirinya kantor pertama di dunia yang dibangun khusus sebagai ruang kerja.
Riset yang digagas oleh International Workplace Group (IWG) ini melibatkan survei terhadap CEO global yang menilai berbagai inovasi teknologi penting yang telah mengubah cara bekerja. AI menduduki peringkat pertama dengan 36% suara, diikuti oleh laptop dan tablet sebesar 35%, serta model kerja hibrida yang dipilih oleh 26% responden.
Perkembangan Teknologi dan Evolusi Tempat Kerja
Temuan riset menunjukkan bahwa teknologi modern, seperti AI, videoconference, dan Wi-Fi telah membawa perubahan signifikan dalam cara kolaborasi dan produktivitas di kantor. Sekitar dua pertiga CEO menyatakan bahwa tempat kerja masa kini dirancang lebih baik untuk menunjang kerja sama dan efisiensi.
Selain itu, riset ini menyoroti bahwa dekade 2020-an merupakan periode paling transformatif dalam sejarah perkantoran, didorong oleh adopsi cepat teknologi AI, kerja hibrida, dan otomatisasi. Tahun 1990-an dianggap era kedua terpenting dengan kemunculan internet dan email yang menghubungkan pekerja di seluruh dunia.
Nostalgia dan Tren Teknologi yang Berlalu
Meski demikian, sebagian besar CEO (68%) merasa nostalgia terhadap teknologi kantor di masa lalu. Beberapa inovasi seperti kacamata pintar, treadmill meja, dan papan tulis interaktif dianggap tidak bertahan lama dan tidak mengubah cara kerja secara signifikan seperti yang diharapkan.
Laporan juga mengingatkan sejarah kantor modern pertama, yakni Old Admiralty Building di London yang dibuka pada 1726, serta gedung-gedung ikonik lainnya seperti Witte Huis di Belanda dan Pentagon di Amerika Serikat yang mencerminkan perjalanan perkembangan tempat kerja selama 300 tahun.



