Beranda › Upaya Microsoft Membangkitkan Xbox yang Masih Jauh dari Harapan

Upaya Microsoft Membangkitkan Xbox yang Masih Jauh dari Harapan

7/10/2026
Upaya Microsoft Membangkitkan Xbox yang Masih Jauh dari Harapan

Microsoft telah melakukan berbagai upaya untuk memajukan platform gaming Xbox dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun telah mengeluarkan dana yang sangat besar, hasil yang didapatkan ternyata tidak sesuai harapan. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai investasi yang dilakukan serta tantangan yang dihadapi Xbox.

Investasi Besar untuk Xbox

Dalam laporan terbaru dari Bloomberg, Microsoft dilaporkan telah menghabiskan sekitar USD 80 miliar, atau sekitar Rp 1.442 triliun, dalam kurun waktu 10 tahun untuk menghidupkan kembali Xbox. Misi ini juga termasuk dalam upaya untuk mengembangkan layanan Game Pass yang diharapkan dapat menarik lebih banyak gamer.

Target yang Tidak Terpenuhi

CEO Xbox, Asha Sharma, mengungkapkan bahwa meskipun ada beberapa langkah strategis seperti akuisisi studio dan merilis game di platform lain, hasil yang didapatkan masih belum memenuhi ekspektasi. Microsoft menargetkan 77 juta pelanggan Game Pass pada akhir tahun fiskal 2026, tapi saat ini hanya ada sekitar 30 juta pelanggan, yang menunjukkan penurunan dari laporan sebelumnya.

Kekhawatiran Karyawan Xbox

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan Xbox. Kepala strategi Xbox, Matthew Ball, melaporkan bahwa banyak pelanggan yang membatalkan langganan Game Pass setelah terjadi kenaikan harga hingga 50% pada Oktober 2025. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan masih belum mampu menarik minat gamer secara maksimal.

Analisis Situasi Game Pass

Menurut analis Circana, Mat Piscatella, Game Pass menghadapi tantangan karena beberapa game populer seperti Fortnite lebih berhasil dalam menjaga minat gamer. Meskipun Microsoft telah mengeluarkan banyak uang untuk kesepakatan game pihak ketiga, hasilnya belum terlihat. Dalam banyak hal, peluncuran Call of Duty di Game Pass tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggan.

Dari total pengeluaran sebesar USD 80 miliar, sebagian besar berasal dari akuisisi besar seperti Activision Blizzard seharga USD 75,4 miliar dan ZeniMax senilai USD 7,5 miliar. Langkah ini diambil untuk memperluas basis studio dan menciptakan lebih banyak game yang dapat dinikmati oleh anggota Game Pass.

Sumber: https://inet.detik.com/games-news/d-8567400/microsoft-habiskan-rp-1-400-triliun-demi-xbox-endingnya-geleng-kepala

Iklan