Sabtu, Januari 24, 2026
Berandaautomotive industrySkuter Topper: Apakah Ini Menjadi Kegagalan Baru Harley-Davidson?

Skuter Topper: Apakah Ini Menjadi Kegagalan Baru Harley-Davidson?

Jika Anda mengira bahwa Harley-Davidson hanya membuat sepeda motor besar yang berat dan bising, maka pendapat Anda salah. Perusahaan dari Amerika Serikat tersebut sempat merancang sebuah skuter kecil dengan nama Topper. Benar sekali, Topper merupakan skuter imut serupa dengan skuter buatan negara-negara Asia lainnya.

Topper diluncurkan di masa 1960an saat popularitas skutert mengalami kenaikan. Kendaraan ini diciptakan pula untuk bersaing dengan trend Vespa serta Lambretta yang berasal dari negeri Italia tersebut. Menggunakan Topper, sepertinya Harley berusaha menyuguhkan model skuter “berjiwa Amerika”.

Sayangnya, keberuntungan Topper tidak sebanding dengan Vespa dan Lambretta.

1. Skuter Imut dari Harley-Davidson

Ketika mendengar nama Harley-Davidson, yang terbayang pasti motor besar berotot dengan suara menggelegar dan pengendara berjaket kulit hitam. Tapi, tahukah kamu bahwa Harley-Davidson pernah bikin skuter mungil bernama Topper? Yup, skuter ini dirilis antara tahun 1960 hingga 1965, dan jadi satu-satunya skuter yang pernah diproduksi Harley sepanjang sejarahnya!

Topper memiliki penampilan istimewa dibandingkan dengan Harley biasanya. Motor ini berbodi kecil, ramping, bahkan lebih menyerupai skuter Vespa dari pada sepeda motor chopper seperti dalam film “Easy Rider”. Namun, jangan tertipu oleh ukurannya yang mini karena nuansa Amerikanya masih sangat kuat. Mengusung konsep minimalis, dilengkapi dengan lampu bundar khas serta body yang terbuat dari fiber glass, Topper diciptakan sebagai solusi transportasi perkotaan efektif, tidak didesain untuk perjalanan jarak jauh.

2. Motor 2-Tak yang dilengkapi dengan transmisi otomatis

Sangat berbeda dari kebanyakan motor besar Harley Davidson yang memiliki mesin ukuran besar serta transmisi manual, Topper dilengkapi dengan mesin 165cc tipe dua langkah. Menariknya lagi, kendaraan roda empat ini mengadopsi sistem transmisi otomatis melalui teknologi CVT (Continuously Variable Transmission). Sehingga, pemilik hanya perlu memacu dan mengerem saja tanpa khawatir bersusah payah untuk berganti persneling, serupa dengan cara berkendara pada jenis matik modern saat ini.

Fitur ini sangat inovatif di zamannya, terutama bagi merek yang populer dengan motor berperforma tinggi dan tenaga besar. Topper pun mengadopsi sistem starter dengan cara menarik tali serupa alat pemotong rumput (pull-start). Menarik sekali, bukan?

Sayangnya, meski praktis dan ramah untuk pemula, performa mesin dua-taknya kurang bertenaga jika dibandingkan dengan skuter-skuter Eropa yang populer di masa itu. Namun untuk penggunaan harian di kota atau jarak dekat, Topper sangat bisa diandalkan.

3. Mengapa tidak berhasil di pasar?

Walaupun memiliki ide segar dan tampilan yang cukup canggih untuk masanya, Harley-Davidson Topper gagal mendapatkan popularitas di pasaran skutering. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, seperti kompetisi ketat dengan merek lain yaitu Vespa dan Lambretta, serta pandangan masyarakat yang kurang menguntungkan terhadap brand besar seperti Harley memasarkan sepeda motor berukuran lebih kecil.

Di samping itu, ada juga keluhan dari para pemakai tentang masalah overheating pada mesin serta kendala saat ingin menyalakannya. Namun demikian, kesulitan dalam memproduksinya beserta dengan batasan jumlah unit membuat Topper menjadi benda koleksi yang jarang didapatkan. Hal ini mendorong banyak pecinta sepeda motor klasik untuk mencari dan mendapatkannya dikarenakan keunikannya serta nilainya sebagai bagian dari sejarah.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular