Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedKontribusi AI Capai Rp2,324 Triliun pada 2030, Manufaktur Pemimpin

Kontribusi AI Capai Rp2,324 Triliun pada 2030, Manufaktur Pemimpin

Peran Kecerdasan Buatan dalam Perekonomian Indonesia

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menunjukkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Prediksi mengatakan bahwa nilai ekonomi AI akan mencapai US$140 miliar atau sekitar Rp2.324 triliun pada tahun 2030. Dalam laporan yang diterbitkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama Twimbit, disebutkan bahwa kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional akan mencapai ratusan miliar dolar.

Sektor manufaktur diprediksi menjadi pilar utama dengan kontribusi sebesar US$357 miliar, atau sekitar 9% dari total PDB sektoral. Diikuti oleh sektor perdagangan grosir dan retail yang memberikan kontribusi sebesar US$279 miliar atau 6%. Sementara itu, sektor agrikultur memiliki potensi kontribusi sebesar 4% atau senilai US$291 miliar.

Selain itu, sektor pertambangan juga berkontribusi sebesar US$192 miliar atau 4% dari kontribusi AI. Sektor informasi dan komunikasi menyumbang US$121 miliar atau 11% dari PDB sektoral. Sementara itu, sektor keuangan dan asuransi diperkirakan memberikan kontribusi sebesar US$68 miliar atau 10%.

Jasa profesional turut berkontribusi sebesar US$30 miliar atau 11%, sementara jasa lainnya seperti listrik, pengelolaan limbah, konstruksi, transportasi, akomodasi, properti, administrasi publik, pendidikan, dan kegiatan sosial mencatat kontribusi sebesar US$658 miliar atau 13% dari total PDB sektoral.

Membangun Kedaulatan AI di Indonesia

Untuk mewujudkan potensi tersebut, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan AI di berbagai aspek, termasuk talenta, infrastruktur, regulasi, pertumbuhan industri, dan riset AI. Dalam hal infrastruktur, implementasi kedaulatan AI dimulai dari penguasaan komputasi dan data. Oleh karena itu, Indonesia perlu membangun infrastruktur yang kuat, seperti pusat data, jaringan edge, dan cloud independen.

Industri telekomunikasi memiliki peran krusial dalam mendukung infrastruktur AI, mengingat pergeseran beban kerja teknologi kecerdasan buatan ini. Operator telekomunikasi harus berkembang dari penyedia konektivitas menjadi penggerak AI. Volume lalu lintas data telah melonjak hampir empat kali lipat antara 2019 dan 2024, sehingga tuntutan terhadap jaringan yang lebih responsif dan stabil semakin meningkat.

Meskipun demikian, akses internet berkecepatan tinggi masih terbatas, terlihat dari cakupan 5G yang baru mencapai 26,3 persen. Bagi industri telekomunikasi, memperluas jaringan 5G yang andal dan infrastruktur edge adalah kunci menuju Kedaulatan AI Indonesia.

Selain itu, industri telekomunikasi perlu mempercepat penggunaan teknologi seperti AI-RAN, yang memungkinkan integrasi kecerdasan buatan langsung ke dalam jaringan akses (Radio Access Network/RAN). Teknologi ini dapat membuka layanan AI baru, meningkatkan pemanfaatan jaringan, efisiensi, dan performa. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang maju dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular