Jumat, Januari 30, 2026
BerandaUncategorizedIsmael Nasar, Mahasiswa Doktoral Undiksha, Bahas Kepemimpinan Pendidikan di Era AI pada...

Ismael Nasar, Mahasiswa Doktoral Undiksha, Bahas Kepemimpinan Pendidikan di Era AI pada ICEHHA V

Ismail Nasar Hadir dalam Konferensi Internasional tentang Pendidikan dan Kecerdasan Buatan

Ismail Nasar, M.Pd., seorang dosen Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng sekaligus mahasiswa program doktoral di Universitas Pendidikan Ganesha, tampil sebagai salah satu pemateri dalam The 5th International Conference on Education, Humanities, Health, Agriculture and Engineering (ICEHHA V) pada hari Kamis, 11 Desember 2025. Presentasi yang disampaikan secara virtual melalui Zoom ini menarik perhatian peserta dari berbagai belahan dunia.

Dalam seminar internasional tersebut, Ismail menyampaikan materi dengan judul “Educational Leadership in the Age of Artificial Intelligence: A Systematic Review of Trends, Challenges, dan Future Implications.” Ia memaparkan hasil tinjauan literatur mendalam yang mengumpulkan 40 artikel internasional dari berbagai database seperti Scopus, SINTA, Web of Science, SpringerLink, dan DOAJ. Artikel-artikel tersebut terbit antara tahun 2020 hingga 2025.

“Kecerdasan buatan tidak bertujuan menggantikan manusia, tetapi memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui empati dan keputusan berbasis data,” ujar Ismail membuka paparannya. Ia menekankan bahwa teknologi AI harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan aspek manusiawi.

Menghadapi Tantangan Kepemimpinan dalam Ekosistem AI

Ismail menjelaskan bahwa kemunculan teknologi AI memaksa para pemimpin pendidikan untuk beralih dari model administratif tradisional menuju kepemimpinan yang adaptif, etis, kolaboratif, dan berbasis data. Dari hasil telaah sistematisnya, ia mengungkapkan enam fokus utama:

  • Transformasi kepemimpinan berbasis AI
  • Keterampilan digital pemimpin pendidikan
  • Manajemen adaptif di era disrupsi
  • Etika sebagai fondasi penggunaan AI
  • Kesiapan SDM dalam ekosistem digital
  • Proyeksi masa depan kepemimpinan AI

“Kepemimpinan yang tangguh lahir dari integrasi kemampuan teknologi, kepekaan nilai, dan ketanggapan terhadap kebijakan,” jelas Ismail. Ia menambahkan bahwa pendidik membutuhkan literasi digital yang kuat untuk mengelola sistem pembelajaran generatif, menata kebijakan yang selaras dengan etika, serta menjaga keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan kebijaksanaan manusia.

Regulasi, Etika, dan Kesenjangan Digital Jadi Sorotan

Dalam paparannya, Ismail menunjukkan bahwa banyak institusi pendidikan dunia menghadapi kesenjangan regulasi, etika, dan kesiapan SDM dalam mengadopsi kecerdasan buatan. Berdasarkan temuan penelitian, beberapa hal penting muncul:

  • Banyak institusi belum siap membentuk kebijakan AI yang konsisten, terutama terkait penilaian akademik dan integritas.
  • Pemimpin pendidikan wajib memahami kebijakan data, keamanan privasi, dan transparansi algoritma.
  • Ketimpangan literasi digital di negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menjadi hambatan struktural.

“Pemimpin masa depan harus mampu menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan keadilan sosial. Tanpa etika, transformasi digital hanya akan melahirkan ketimpangan baru,” jelasnya.

AI Tidak Hanya Canggih Tetapi Harus Manusiawi

Ismail menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan berbasis AI tetap membutuhkan sentuhan empati, integritas moral, dan kepekaan kemanusiaan. Menurutnya, refleksi etis menjadi inti kepemimpinan era digital. Ia memperkenalkan model konseptual tiga spektrum kepemimpinan AI:

  • AI-Capable Leadership (literasi teknologi dan keputusan berbasis data)
  • AI-Governed Leadership (pemahaman regulasi dan tata kelola digital)
  • AI-Ethical Leadership (keadilan, akuntabilitas, dan empati)

“Pemimpin pendidikan tidak cukup memahami teknologi. Mereka harus memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab, inklusif, dan berkeadilan,” tegas Ismail. Model ini diusulkan sebagai kerangka konseptual baru untuk menghadapi era pendidikan berbasis kecerdasan artifisial yang inklusif dan berkelanjutan.

Kontribusi untuk Arah Pendidikan Indonesia dan Global

Presentasi Ismail menegaskan urgensi kepemimpinan digital yang berlandaskan nilai bagi arah pendidikan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai bahwa integrasi AI dalam pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, literasi etis, dan kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan. Peserta ICEHHA V dari berbagai negara memberi respons positif atas pemaparan komprehensif Ismail yang memadukan perspektif akademik global dan konteks nasional Indonesia.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular