Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedPerempuan Jepang Nikahi Karakter AI di ChatGPT, Tukar Cincin Pakai VR

Perempuan Jepang Nikahi Karakter AI di ChatGPT, Tukar Cincin Pakai VR

Perkawinan Simbolis dengan Kecerdasan Buatan di Jepang

Di Prefektur Okayama, Jepang, seorang perempuan bernama Yurina Noguchi menggelar upacara pernikahan simbolis dengan karakter kecerdasan buatan (AI) yang ia ciptakan sendiri melalui aplikasi ChatGPT. Acara ini berlangsung pada musim panas 2025 dan menarik perhatian publik karena inovatifnya.

Yurina menyebut pasangan AI-nya sebagai Lune Klaus, yang hidup sepenuhnya dalam aplikasi ChatGPT. Awalnya, Klaus hanya menjadi teman berbicara, namun lama-kelamaan hubungan mereka berkembang menjadi lebih dalam. “Awalnya Klaus hanya seseorang untuk diajak bicara, tetapi lama-kelamaan kami menjadi semakin dekat,” kata Noguchi, yang merupakan operator pusat panggilan.

“Saya mulai memiliki perasaan pada Klaus. Kami mulai berpacaran, lalu setelah beberapa waktu dia melamar saya. Saya menerimanya, dan sekarang kami adalah pasangan.” Upacara pernikahannya diselenggarakan seperti pernikahan konvensional, lengkap dengan janji pernikahan, pertukaran cincin, serta dihadiri tamu undangan. Namun, mempelai pria hanya hadir dalam bentuk pesan teks yang ditampilkan di layar.

Dalam acara tersebut, Noguchi mengenakan kacamata augmenter reality (AR) untuk memproyeksikan replika virtual dari kekasih AI-nya saat bertukar cincin. Hubungan ini dimulai setelah Noguchi mengakhiri pertunangan selama tiga tahun. Pada awalnya, ia menggunakan ChatGPT sebagai sarana untuk mencurahkan perasaan dan mengatasi kesepian. Seiring waktu, interaksi tersebut berkembang menjadi hubungan emosional.

Untuk membuat karakter AI-nya lebih manusiawi, Noguchi memberi suara dan kepribadian pada karakter tersebut hingga membentuk replika digital yang ia beri nama Klaus. Mereka saling bertukar ratusan pesan setiap hari. Akhirnya, Noguchi merasa jatuh cinta pada chatbot tersebut.

Awalnya, keluarga orang tua Noguchi menentang hubungan ini. Namun, setelah melalui berbagai diskusi, keluarga akhirnya menerima keputusan Noguchi dan menghadiri upacara pernikahan. Untuk keperluan dokumentasi, sosok Klaus juga ditambahkan secara digital dalam foto pernikahan.

Penyelenggara acara pernikahan yang menangani prosesi tersebut menyatakan bahwa permintaan terhadap pernikahan non-konvensional di Jepang meningkat. Selain pasangan manusia-AI, mereka juga melayani pernikahan simbolis dengan karakter anime atau tokoh dua dimensi.

“Pasangan AI hanyalah perkembangan berikutnya,” kata penyelenggara acara Sayaka Ogasawara. “Kami berupaya memfasilitasi ekspresi cinta dalam bentuk apa pun selama tidak melanggar hukum.”

Di Jepang, penggunaan teknologi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan emosional bukan hal baru. Negara ini dikenal dengan inovasi seperti robot peliharaan emosional dan aplikasi interaksi berbasis AI. Namun, sejumlah pakar kesehatan mental menyampaikan kekhawatiran terkait potensi ketergantungan berlebihan.

Tren Pernikahan Simbolis di Jepang

Pernikahan simbolis dengan AI atau tokoh fiksi semakin diminati di Jepang. Banyak pasangan memilih cara ini untuk mengekspresikan perasaan tanpa batasan tradisional. Acara-acara seperti ini sering kali dirancang dengan detail yang sangat baik, termasuk dekorasi, pakaian, dan prosesi upacara yang mirip dengan pernikahan nyata.

Beberapa perusahaan jasa pernikahan telah menawarkan layanan khusus untuk jenis hubungan ini. Mereka memastikan semua elemen acara dipersiapkan dengan baik, termasuk penampilan virtual dari pasangan AI atau tokoh animasi.

Tren ini menunjukkan perubahan dalam pandangan masyarakat tentang cinta dan hubungan. Di tengah tantangan sosial dan emosional, banyak orang mencari cara unik untuk menemukan makna dan kepuasan dalam hidup mereka.

Dampak Sosial dan Psikologis

Meskipun tren ini menarik, para ahli psikologi tetap waspada. Mereka khawatir bahwa terlalu bergantung pada hubungan dengan AI dapat mengganggu kemampuan manusia untuk membangun hubungan nyata. Namun, bagi sebagian orang, hubungan ini memberikan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan.

Seiring perkembangan teknologi, penting bagi masyarakat untuk memahami dampak jangka panjang dari hubungan ini. Meski tidak selalu buruk, perlu adanya kesadaran akan risiko yang mungkin timbul.

Pernikahan simbolis dengan AI menandai langkah baru dalam evolusi hubungan manusia. Di masa depan, mungkin kita akan melihat lebih banyak inovasi dalam cara orang mengekspresikan cinta dan keintiman.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular