Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedResolusi 2026 Gen Z, dari Pengguna AI Jadi Melek AI

Resolusi 2026 Gen Z, dari Pengguna AI Jadi Melek AI

Generasi Z dan Peran AI dalam Kehidupan Sehari-hari

Seorang mahasiswa tingkat akhir duduk di depan laptop, sementara tenggat waktu skripsi yang telah tiba. Ia membuka ChatGPT dan mengetik, “rangkum semua teori tentang topik X”. Dalam hitungan detik, rangkuman tersaji secara rapi. Praktis dan efisien. Di tempat lain, seorang content creator muda menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan ide konten dan membuat avatar digital. Dengan bantuan AI, prosesnya jadi lebih cepat dan ia bisa fokus pada aspek kreatif lain yang lebih ia kuasai.

Dua cerita berbeda, tapi punya satu benang merah yang sama, yakni keduanya merupakan Gen Z. Di Indonesia, Gen Z merupakan generasi yang paling banyak mengadopsi kecerdasan buatan. Data terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan bahwa 43,7 persen dari seluruh pengguna AI di Indonesia adalah Gen Z yang lahir antara 1997-2012. Generasi tersebut mengungguli generasi milenial yang hanya 22,3 persen; gen X 12,8 persen; dan baby boomers 8,9 persen.

Mayoritas atau 48,89 persen Gen Z memanfaatkan AI untuk belajar, sementara 25,89 persen untuk hiburan seperti membuat video atau gambar, dan 12,21 persen lainnya untuk penulisan otomatis dan analisis data. Akan tetapi, penggunaan AI ternyata belum dibarengi dengan literasi AI. APJII dalam surveinya mengungkap bahwa skor literasi AI masih 49,96. Skor ini menunjukkan bahwa masyarakat masih berada pada kategori kurang baik dan belum cukup siap untuk menghadapi perkembangan teknologi secara optimal.

Survei Sharing Vision pada pertengahan 2025 juga mendapati hal serupa. Meski 99,8 persen pengguna internet Indonesia sudah tahu tentang AI, hanya 50 persen dari mereka yang benar-benar mengintegrasikannya dalam aktivitas sehari-hari. Separuh lainnya mengetahui tapi tidak pakai, atau pakai tapi tidak paham. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa sekadar tahu dan sekadar pakai belum cukup.

Resolusi 2026, Lebih Melek AI

Tahun baru tinggal menghitung hari. Momentum ini bisa dijadikan titik penting bagi Gen Z untuk membuat resolusi agar lebih melek AI. Melek AI sendiri adalah kemampuan memahami pemanfaatan AI secara optimal tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas pribadi. Ini berarti, menjadi pengguna AI yang cerdas, bukan lagi sebagai pengguna pasif.

Urgensi melek AI ini didukung oleh data industri. Riset Microsoft Work Trend Index 2024 mengungkapkan bahwa 69 persen pemimpin perusahaan Indonesia menyatakan tidak akan merekrut kandidat yang tidak memiliki keterampilan AI, sekalipun punya kualifikasi lain yang hebat. Bahkan, 76 persen perusahaan lebih memilih kandidat dengan pengalaman lebih sedikit, tapi mahir menggunakan AI daripada kandidat berpengalaman tanpa melek AI.

Temuan Microsoft tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan talenta yang melek AI begitu besar. Kebutuhan yang dimaksud tidak sekadar menggunakan, tapi memahami AI secara mendalam. Tidak sekadar bisa mengetik prompt, tapi juga kritis dengan hasil yang diberikan AI. Kebutuhan itu pun sejalan dengan target nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan kebutuhan 9 juta talenta digital hingga 2030 untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Sementara, pada 2024, baru 1 juta talenta digital yang berhasil dicetak melalui berbagai program pelatihan. Artinya, masih ada kesenjangan besar yang harus dijembatani dalam lima tahun ke depan dan Gen Z berada di garis depan untuk mengisi kekosongan ini. World Economic Forum dalam laporan “Future of Jobs Report 2025” memproyeksikan bahwa AI akan menciptakan 78 juta pekerjaan baru hingga 2030. Akan tetapi, untuk mengisi posisi-posisi tersebut, dibutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami dimensi etis dari penggunaan teknologi, termasuk AI.

Dukungan Tri Indonesia

Di tengah kebutuhan mendesak ini, operator seluler Tri Indonesia menghadirkan ekosistem AI melalui Tri AI TechMate sebagai upaya membantu Gen Z memaksimalkan potensi teknologi kecerdasan buatan. Tidak sekadar menyediakan akses internet hemat dan cepat untuk anak muda, Tri juga memahami bahwa dukungan informasi dan edukasi AI juga dibutuhkan untuk mereka agar bisa lebih memaksimalkan dunia digital.

Melalui Tri AI TechMate, anak muda dapat menyusun resolusi lebih terarah, yakni beralih dari sekadar “lebih rajin” menjadi “lebih cerdas memanfaatkan AI”. Contohnya, menggunakan AI untuk membantu merangkum materi pelajaran, mengatur jadwal harian, hingga mengasah ide dan kreativitas. Dengan menjadikan AI sebagai rekan kerja dan belajar, anak muda dapat belajar memilah tugas yang bisa didelegasikan ke mesin dan yang harus fokus dikerjakan sendiri. Alhasil, waktu dan energi bisa digunakan untuk hal yang benar-benar penting.

Menggali Lebih Dalam Ekosistem TechMate dari Tri

TechMate dilengkapi berbagai konten ataupun fitur yang dirancang khusus agar Gen Z dapat mengeksplorasi AI secara bertanggung jawab sambil mengembangkan literasi digital. Untuk mengakses ekosistem TechMate bisa melalui aplikasi bima+ ataupun media sosial Tri Indonesia.

Pertama, Solusi AI yang berfungsi sebagai asisten cerdas multifungsi yang membantu mengerjakan berbagai tugas. Contohnya, menghasilkan gambar ilustrasi, menyusun podcast dan video, membuat avatar personal, atau merangkum dokumen serta mengatur pekerjaan harian. Dengan satu platform terintegrasi seperti Solusi AI, pengguna tidak perlu lagi menggunakan beberapa aplikasi berbeda untuk menyelesaikan berbagai keperluan.

Kedua, Kreasi AI yang bisa memfasilitasi eksperimen kreatif melalui sejumlah tools menarik. Salah satunya adalah Talking Photo yang mengubah foto statis menjadi video interaktif. Kemudian, AI Avatar untuk menciptakan karakter digital sesuai kepribadian, serta AI Images Generator yang mewujudkan ide visual hanya dari deskripsi teks.

Ketiga, Talent DNA yang hadir sebagai panduan pengenalan potensi diri berbasis analisis data. Subfitur ini membantu pengguna memahami kecenderungan bakat alami mereka melalui kategorisasi tipe, seperti Intuitive, Directive, Energizer, dan Focused. Informasi tersebut berguna untuk pengambilan keputusan penting, baik dalam memilih jurusan studi maupun menentukan arah karier yang sesuai dengan kemampuan pribadi.

Keempat, Horobot yang menghadirkan pendekatan unik dalam berinteraksi dengan AI melalui tiga karakter dengan gaya komunikasi berbeda. Di dalamnya, ada Madam Hoho yang menawarkan respons bijaksana dan penuh pertimbangan. Seluruh karakter tersebut membuat pengalaman belajar dengan AI terasa lebih personal dan menyenangkan.

Seiring perkembangan ekosistem AI, ancaman digital juga ikut meningkat. Pelaku kejahatan kini memanfaatkan AI untuk melancarkan penipuan yang semakin sulit terdeteksi. Oleh karena itu, Tri juga menyediakan fitur TRI AI: Anti Spam & Scam untuk penggunanya yang secara otomatis mendeteksi dan memberikan peringatan terhadap panggilan atau pesan mencurigakan. Sistem tersebut menggunakan indikator warna berbeda untuk membantu pengguna mengidentifikasi tingkat risiko. Toska menandakan nomor aman, kuning menunjukkan nomor tidak dikenal, sedangkan merah mengindikasikan nomor berisiko tinggi.

Perlindungan berlapis ini membantu Gen Z tetap aman saat beraktivitas di ruang digital. Dengan berbagai fitur yang tersedia dari Tri, Gen Z dapat belajar tidak hanya menggunakan AI, tetapi juga memahami cara kerjanya dalam kehidupan sehari-hari. Tahun depan menjadi momentum tepat bagi Gen Z Indonesia untuk beranjak dari pengguna AI menjadi generasi yang melek AI. Generasi yang tidak hanya mengonsumsi kemudahan, tetapi memahami cara menciptakan nilai nyata. Resolusi paling bermakna di tahun baru bukan tentang produktivitas, melainkan kebijaksanaan. Di era AI, menjadi pengendali teknologi jauh lebih berharga daripada sekadar menjadi penggunanya.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular